SMP Muhammadiyah Watansoppeng Lepas Siswa Kelas IX dengan Pesan Belajar Sepanjang Hayat

MUHAMMADIYAH SULSEL, WATANSOPPENG - SMP Muhammadiyah Watansoppeng menggelar penamatan siswa kelas IX pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar siswa di jenjang sekolah menengah pertama sekaligus awal perjalanan mereka menuju pendidikan berikutnya.
Acara penamatan berlangsung dalam suasana haru dan penuh semangat. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Soppeng, pengawas pendamping, guru, orang tua, alumni, dan keluarga besar sekolah.
Kepala SMP Muhammadiyah Watansoppeng, Imran Asnawi, menyampaikan pesan khusus kepada para lulusan. Ia mengingatkan agar siswa tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di SMP. Para lulusan diminta terus menjadi pembelajar sejati, menjaga akhlak, dan membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di sekolah Muhammadiyah.
Imran juga meminta siswa tetap menjaga hubungan baik dengan almamater. Menurutnya, pengalaman belajar di SMP Muhammadiyah Watansoppeng tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan cara bersikap di tengah masyarakat.
Para lulusan akan melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah. Karena itu, Imran menekankan pentingnya menjadikan pengalaman selama belajar di SMP Muhammadiyah Watansoppeng sebagai fondasi untuk meraih cita-cita. Ilmu yang diperoleh, katanya, perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari dan memberi manfaat bagi orang lain.
Pengawas pendamping, Drs. Arsyad Makmur, turut memberi apresiasi terhadap proses pendidikan yang telah dijalani siswa. Ia menegaskan bahwa penamatan bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, momen ini menjadi pintu masuk menuju jenjang yang lebih tinggi dengan bekal ilmu, akhlak, dan nilai kemuhammadiyahan.
Arsyad berharap para lulusan menjaga semangat belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan yang baik harus membuat siswa makin siap menghadapi masa depan, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam sikap dan tanggung jawab sosial.
Ibu Gerhana, yang juga hadir sebagai pengawas pendamping, memberi motivasi agar para siswa tetap disiplin, tekun, dan berprestasi setelah meninggalkan bangku SMP. Pesan tersebut disambut oleh siswa dan orang tua sebagai dorongan untuk melanjutkan pendidikan dengan lebih percaya diri.
Ketua Ikatan Alumni SMP Muhammadiyah Watansoppeng turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran alumni menunjukkan bahwa hubungan siswa dengan sekolah tidak berhenti setelah penamatan. Almamater tetap menjadi ruang silaturahmi, dukungan, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat hingga akhir. Orang tua dan guru menyampaikan doa agar lulusan dapat melanjutkan pendidikan dengan baik dan meraih cita-cita yang diimpikan. Siswa tampak membawa rasa bangga atas capaian mereka, sekaligus harapan untuk melangkah ke tahap pendidikan berikutnya.
Penamatan tahun ini menjadi momentum penting bagi SMP Muhammadiyah Watansoppeng. Sekolah melepas generasi muda yang diharapkan mampu menjaga semangat belajar, menjunjung akhlak, dan membawa nilai-nilai Persyarikatan dalam kehidupan sehari-hari.




