Sisi Kehidupan Messi yang Selaras dengan Nilai-nilai Akhlak Islam

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Perlu ditegaskan sejak awal bahwa Lionel Messi hingga saat ini tetap beragama non-Muslim. Meskipun sebagian perilaku dan karakternya sejalan dengan nilai-nilai akhlak yang diajarkan Islam, hal itu sama sekali tidak berarti bahwa ia telah menjadi seorang Muslim.
Seseorang menjadi Muslim bukan semata-mata karena memiliki akhlak yang baik, melainkan karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan.
“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Āli ‘Imrān: 19)
Rasulullah Saw juga bersabda:
“Aku diperintahkan untuk (mendakwahi manusia hingga mereka) bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Karena itu, akhlak yang baik tidak dapat menggantikan keimanan. Namun demikian, Islam juga tidak mengajarkan untuk menutup mata terhadap kebaikan siapa pun. Allah berfirman:
“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. al-Mā’idah: 8)
Dengan prinsip keadilan itulah kita dapat melihat beberapa sisi kehidupan Messi yang selaras dengan nilai-nilai akhlak Islam.
Rendah Hati di Tengah Popularitas
Sulit mencari pesepak bola yang memiliki prestasi sebesar Messi. Ia meraih berbagai gelar individu, mengantarkan klub-klubnya menjuarai banyak kompetisi, hingga membawa negaranya menjadi juara dunia. Tidak jarang berbagai kalangan menilainya sebagai The Greatest of All Time (GOAT).
Namun berbagai pencapaian itu tidak membuatnya dikenal sebagai pribadi yang gemar menyombongkan diri. Justru Messi lebih banyak berbicara melalui permainan daripada kata-kata.
Kerendahan hati merupakan salah satu akhlak yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam. Allah berfirman:
“Janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong. Sesungguhnya engkau tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.” (QS. al-Isrā’: 37)
“Tidaklah seseorang bersikap tawaduk karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)
Tawaduk adalah akhlak yang mulia, siapa pun yang memilikinya telah menampilkan salah satu nilai yang dipuji dalam Islam.
Dermawan dan Gemar Membantu Sesama
Messi juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui yayasan yang didirikannya. Ia membantu pendidikan, kesehatan anak-anak, dan berbagai program kemanusiaan di banyak negara.
Islam sangat menganjurkan sifat dermawan. Rasulullah Saw bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Dalil Arab dan Terjemahan
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Terjemahan: Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (QS. Ali Imran: 19)
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Terjemahan: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى ٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Terjemahan: Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (QS. al-Maidah: 8)
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Terjemahan: Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (QS. al-Isra: 37)
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Terjemahan: Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya. (HR. Muslim)
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





