Rektor Unismuh Makassar Beri Teladan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 14 Juli 2026 - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, M.T., IPU, menunjukkan komitmen nyata dalam membangun lingkungan kampus yang berkelanjutan. Pada Selasa, 14 Juli 2026, ia secara langsung mendaftarkan diri sebagai nasabah Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar dengan menyetorkan dokumen-dokumen bekas dari ruang kerjanya untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan.
Langkah ini, yang dilakukan di lingkungan kampus Unismuh Makassar, merupakan bentuk keteladanan dari pimpinan universitas dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya. Aksi tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya memilah sampah di kalangan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika, sebagai bagian integral dari pengembangan kampus yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kepala Pusat Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., menyoroti pentingnya kehadiran Rektor sebagai nasabah Bank Sampah. Menurutnya, hal ini memiliki dampak strategis bagi penguatan budaya pengelolaan limbah di lingkungan kampus.
“Kehadiran Bapak Rektor sebagai nasabah Bank Sampah memiliki makna yang sangat besar. Beliau tidak hanya memberikan dukungan melalui kebijakan, tetapi menunjukkan contoh nyata,” ujar Fatmawati.
Fatmawati menambahkan, teladan dari pimpinan adalah kunci untuk menggerakkan partisipasi aktif seluruh warga kampus. Ia berharap tindakan Rektor ini akan menginspirasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika untuk memulai kebiasaan memilah sampah dari ruang kerja serta aktivitas sehari-hari mereka. Pengelolaan sampah yang efektif, lanjut Fatmawati, harus dimulai dengan pemilahan di sumbernya. Sampah yang telah dipisahkan berdasarkan jenisnya akan lebih mudah untuk dimanfaatkan kembali, didaur ulang, dan memiliki nilai ekonomi melalui sistem Bank Sampah. Upaya ini selaras dengan konsep Integrated, Green, Islamic, and Futuristic (I-GIFt) yang menjadi pedoman pembangunan Unismuh Makassar.
Dalam menjalankan operasionalnya, SWSC didukung oleh tim yang berdedikasi pada pengelolaan limbah dan edukasi lingkungan. Sahlan, S.P., M.Si., selaku Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah, bertanggung jawab mengoordinasikan sistem operasional Bank Sampah, pengelolaan limbah, serta memastikan proses pemilahan dan penimbangan berjalan sesuai standar. Sementara itu, Wardah, S.Sos., M.A., sebagai Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi Lingkungan, berfokus pada pengembangan program sosialisasi dan kampanye perubahan perilaku guna menumbuhkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan kampus.
Rektor Abd. Rakhim Nanda menegaskan bahwa keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan fasilitas atau regulasi. Ia menekankan bahwa perubahan signifikan hanya dapat terwujud apabila setiap warga kampus memiliki kesadaran untuk memulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Jika setiap dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mulai memilah sampah dari meja kerjanya masing-masing, maka kita sedang membangun budaya baru yang berdampak besar bagi lingkungan,” kata Abd. Rakhim Nanda.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem Bank Sampah memberikan manfaat ganda. Selain berkontribusi pada pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular. Berbagai jenis sampah anorganik, seperti kertas, kardus, dan botol plastik, dapat ditabung dan memiliki nilai ekonomi.
Melalui aksi simbolis ini, Unismuh Makassar menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak hanya berhenti pada perumusan kebijakan, melainkan diwujudkan melalui keteladanan pimpinan. Sinergi antara pimpinan universitas, pengelola SWSC, dan seluruh sivitas akademika diharapkan semakin memperkuat transformasi budaya pengelolaan sampah serta mengukuhkan Unismuh Makassar sebagai pelopor kampus berkelanjutan yang menerapkan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





