Muhadjir Effendy Dorong Adaptasi Lulusan PTMA Hadapi Dinamika Era VUCA dan AI

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - GORONTALO, Selasa, 14 Juli 2020 - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menggarisbawahi urgensi bagi para lulusan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) untuk memiliki kesiapan adaptif dalam menghadapi laju perubahan zaman yang kian pesat. Ia menekankan bahwa penguasaan satu disiplin ilmu saja tidak lagi memadai, melainkan harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, kemauan belajar berkelanjutan, serta pemanfaatan optimal terhadap kemajuan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada acara Resepsi Milad ke-18 dan Wisuda ke-23 UMGO. Menurutnya, dunia saat ini tengah berada dalam fase yang dikenal sebagai era VUCA, akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Karakteristik era ini adalah perubahan yang cepat, kompleksitas tinggi, dan penuh ketidakpastian. Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), diprediksi akan merevolusi hampir seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi wajib memiliki kapasitas untuk terus menyesuaikan diri.
โKalian tidak bisa hanya mengandalkan satu disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan. Dunia membutuhkan kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar,โ tegas Muhadjir.
Selain memberikan arahan mengenai tantangan masa depan, Muhadjir juga menyampaikan apresiasi atas kemajuan signifikan yang telah dicapai UMGO dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pencapaian strategis yang disoroti adalah pengembangan Program Studi Kedokteran. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Indonesia.
Muhadjir menambahkan bahwa keberadaan Program Studi Kedokteran di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah harus dibarengi dengan komitmen kuat untuk membuka akses pendidikan bagi putra-putri daerah yang memiliki potensi akademik. Ia secara khusus menyoroti pentingnya program beasiswa untuk tujuan ini. Harapannya, para penerima beasiswa tersebut kelak dapat kembali mengabdi di daerah asal mereka, guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
โSaya berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang berprestasi melalui beasiswa pendidikan kedokteran agar mereka dapat kembali mengabdi di daerah asalnya,โ ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Muhadjir Effendy mengingatkan para wisudawan bahwa momen kelulusan bukanlah puncak dari proses belajar, melainkan sebuah titik awal untuk perjalanan panjang pengembangan diri. Ia mendorong mereka untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, serta kemanusiaan. Gelar akademik yang telah diraih, menurutnya, harus menjadi bekal untuk menghadapi dinamika zaman dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





