Rektor Unismuh dan Ketua PWM Sulsel Kenang Dedikasi Bakri Salempang

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyelenggarakan prosesi pelepasan jenazah Drs. Bakri Salempang, M.Pd., pada Kamis, 30 April 2026, dalam suasana duka mendalam. Acara yang berlangsung di lingkungan kampus ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, karyawan, dan keluarga almarhum.
Bakri Salempang menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 29 April 2026. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu pengabdi setia Unismuh Makassar, mengemban berbagai amanah mulai dari karyawan, dosen, Kepala Biro Administrasi Umum, hingga Kepala Tata Usaha di beberapa fakultas.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, memimpin langsung pelepasan jenazah. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kematian adalah pintu yang pasti dilalui setiap manusia. Mengutip Surah Al-Jumu'ah ayat 8, Rakhim menegaskan bahwa tak ada yang bisa menghindar dari kematian, dan setiap jiwa akan kembali kepada Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kematian adalah pelajaran. Karena itu, kita semua wajib mengambil pelajaran dari peristiwa ini," tutur Rakhim.
Rakhim Nanda kemudian mengenang Bakri Salempang sebagai sosok yang tak terpisahkan dari perjalanan Unismuh Makassar. Ia telah mengenal almarhum sejak masih menjadi mahasiswa di era 1980-an, saat Bakri aktif dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk kepanitiaan Masa Kasih Sayang, istilah untuk penerimaan mahasiswa baru kala itu.
Bakri Salempang, lanjut Rakhim, telah mengabdi sebagai karyawan, dosen, dan pejabat administrasi. Dedikasinya meluas hingga mengajar di kelas-kelas jauh Unismuh di berbagai daerah. Ia juga berperan penting dalam pembangunan fasilitas kampus, mendampingi almarhum KH Djamaluddin Amien dalam pengembangan sarana. "Banyak kenangan kami bersama beliau, terutama dalam pembangunan Unismuh ini," kenang Rakhim.
Bagi Rektor, Bakri Salempang bukan sekadar pegawai, melainkan bagian integral dari sejarah panjang Unismuh. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang taat beragama, dekat dengan masjid, dan menjadi pengurus masjid kampus sejak awal. "Masya Allah, kami menyaksikan beliau adalah orang yang taat kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya," ungkapnya.
Mewakili pimpinan Unismuh Makassar, Rakhim Nanda memohon doa dari seluruh warga kampus dan Muhammadiyah untuk almarhum. Ia juga mengajak hadirin untuk memaafkan segala kesalahan Bakri Salempang sebelum jenazah diberangkatkan. "Semoga doa dan pemaafan Bapak-Ibu sekalian menjadi sebab beliau dilapangkan di alam barzakh," harapnya.
Dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Ambo Asse turut menyampaikan nasihat singkat, menyerukan kesabaran bagi keluarga yang berduka. Ia mengingatkan bahwa kematian adalah musibah tak terhindarkan, bagian dari ketetapan ajal Allah SWT. "Kita semua sudah punya jadwal. Hanya saja, kita tidak tahu kapan jadwal itu tiba," ujar Ambo.
Prof. Ambo Asse menekankan bahwa hidup dan mati adalah ujian untuk melihat siapa yang terbaik amalnya. Oleh karena itu, ia mengajak hadirin menjadikan momen duka ini sebagai ajang introspeksi dan perbaikan amal, utamanya dalam memperkuat akidah tauhid. Amal yang baik, menurutnya, harus berlandaskan akidah yang lurus; tanpa itu, amal tidak akan bernilai di sisi Allah SWT.
Ambo juga mengenang Bakri Salempang sebagai pribadi yang akrab, murah senyum, dan meninggalkan kesan positif. Ia sering terlibat dalam kepanitiaan kurban dan dikenal ringan tertawa dalam setiap percakapan. "Kalau saya bicara dengan beliau, beliau selalu tertawa. Apa saja yang kita ucapkan, sama-sama lalu tertawa," kenangnya.
Menguatkan permintaan Rektor, Ambo Asse mengajak hadirin untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum. Jika ada urusan material, dapat diselesaikan dengan ahli waris, namun memaafkan dan mengikhlaskan dinilai sebagai sikap yang lebih mulia. Ia juga mengingatkan bahwa kematian tidak mengenal usia, sehingga setiap orang harus senantiasa bersiap dengan memperbaiki amal.
Dalam kesempatan itu, Ambo turut meluruskan kebiasaan mengirimkan Al-Fatihah kepada jenazah. Ia menyarankan agar mendoakan almarhum secara langsung untuk pengampunan dosa, penerimaan amal, kelapangan kubur, dan penempatan di sisi Allah SWT.
Amal jariah yang Bakri Salempang lakukan selama hidup, termasuk pengabdiannya di Unismuh Makassar, akan terus mengalir sebagai pahala. "Amal jariah yang telah dikerjakan di kampus ini akan mengalir. Beliau termasuk orang yang berjasa," pungkas Ambo, mengakui peran penting almarhum dalam mendampingi pimpinan dan mengelola perkembangan Unismuh hingga akhir hayatnya.
Setelah nasihat-nasihat tersebut, prosesi dilanjutkan dengan salat jenazah. Kemudian, almarhum diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Makam Yayasan Peduli Bersama, Pattallassang, Gowa. Seluruh rangkaian prosesi diselimuti suasana haru, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari keluarga besar Unismuh Makassar.




