Prodi Kehutanan Unismuh Makassar Perkuat Hutan Pendidikan dan Agroforestri Kopi

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat kerja pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
Di tengah ancaman deforestasi, degradasi lahan, perubahan iklim, dan tekanan terhadap kawasan hutan, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar menempatkan isu lingkungan sebagai kerja jangka panjang. Fokusnya tidak hanya pada ruang kelas, tetapi juga pada rehabilitasi lahan, pengembangan Hutan Pendidikan, agroforestri kopi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Ketua Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Ir. Jauhar Mukti, S.Hut., M.Hut., IPM., menilai kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab lintas sektor. Kampus, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bekerja bersama agar perlindungan lingkungan tidak berhenti sebagai slogan.
Menurut Jauhar, Sulawesi Selatan menghadapi tantangan ekologis yang nyata. Penurunan tutupan hutan di wilayah hulu, risiko banjir dan longsor, kebakaran lahan pada musim kemarau, serta tekanan pembangunan terhadap kawasan hutan perlu dijawab dengan pendekatan ilmiah dan sosial sekaligus.
Salah satu kontribusi penting Prodi Kehutanan Unismuh Makassar adalah pengembangan Hutan Pendidikan Unismuh Makassar. Kawasan ini berada di Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, dengan luas sekitar 229 hektar. Hutan Pendidikan tersebut dikembangkan sebagai laboratorium alam untuk pendidikan, penelitian, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi mahasiswa dan dosen, Hutan Pendidikan menjadi ruang belajar langsung. Mereka dapat mempelajari ekosistem hutan, rehabilitasi lahan, konservasi keanekaragaman hayati, pemetaan, silvikultur, interaksi sosial ekonomi masyarakat, hingga model pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.
Pengembangan Hutan Pendidikan saat ini diarahkan pada agroforestri kopi. Model ini menggabungkan tanaman kehutanan dengan komoditas bernilai ekonomi dalam satu sistem pengelolaan. Tujuannya, fungsi ekologis tetap dijaga, sementara masyarakat sekitar tetap memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan yang dikelola.
Pendekatan tersebut penting karena pelestarian hutan tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan berkelanjutan memiliki peluang lebih besar untuk ikut menjaga tutupan lahan, mencegah perusakan, dan mendukung rehabilitasi kawasan.
Prodi Kehutanan Unismuh Makassar juga mendorong riset terkait pengelolaan agroforestri kopi, rehabilitasi hutan dan lahan, tutupan tajuk, penyimpanan karbon, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta model bisnis berbasis agroforestri di kawasan hutan pendidikan.
Riset-riset tersebut menunjukkan bahwa kehutanan tidak sekadar urusan pohon. Bidang ini berkaitan dengan tata air, pencegahan erosi, penyimpanan karbon, mitigasi bencana ekologis, ekonomi masyarakat, tata ruang, dan arah pembangunan daerah.
Mahasiswa kehutanan juga ditempatkan sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi terlibat dalam praktik lapangan, konservasi, rehabilitasi lahan, penelitian, kampanye lingkungan, dan pendampingan masyarakat. Model pendidikan seperti ini membuat mahasiswa memahami hutan sebagai ekosistem, sumber kehidupan, dan ruang sosial.
Ke depan, Hutan Pendidikan Unismuh Makassar tidak hanya diarahkan pada agroforestri kopi. Prodi Kehutanan juga membuka peluang pengembangan hasil hutan bukan kayu, ekowisata, dan forest bathing, yaitu pemanfaatan hutan sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan pemulihan kesehatan berbasis alam.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar menegaskan bahwa merawat hutan berarti menjaga masa depan. Kerja kampus dalam pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat menjadi bagian dari ikhtiar Persyarikatan untuk menghadirkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.




