Muhadjir Effendy Dorong Mahasiswa PTMA Perkuat Keadaban Digital di Media Sosial

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MALANG, 7 Juli 2021 - Indonesia menghadapi tantangan serius terkait etika warganet di ranah digital. Sebuah survei menunjukkan rendahnya tingkat kesopanan pengguna internet di Tanah Air. Merespons kondisi ini, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyerukan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiah (PTMA) untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat narasi positif di media sosial.
Data dari survei Digital Civility Index (Indeks Keadaban Digital) yang dirilis Microsoft pada tahun 2021 menempatkan Indonesia pada peringkat 29 dari 32 negara di Asia yang menjadi objek penelitian. Penurunan tingkat keadaban digital ini, menurut survei, sebagian besar disumbang oleh pengguna internet berusia 18 hingga 74 tahun. Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah besar, mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Dalam sambutannya pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah yang berlangsung di Hall UMM Dome, Malang, pada Selasa (7/7), Muhadjir Effendy secara khusus mengajak para wisudawan. "Kalian (mahasiswa) jangan menambahi itu, tapi kalau bisa justru ber nahi munkar melalui media-media sosial itu," tegas Muhadjir.
Muhadjir, yang juga dikenal aktif bermedia sosial, menekankan pentingnya bagi seluruh warganet, khususnya mahasiswa PTMA, untuk mengimbangi konten-konten hoaks dan ujaran kebencian dengan menyebarkan narasi yang baik, benar, dan santun. Ia mengingatkan bahwa sasaran utama hoaks seringkali adalah kelompok orang tua yang memiliki literasi digital minim. Oleh karena itu, ia berpesan agar setiap informasi yang diterima tidak langsung dipercaya atau dibagikan, melainkan harus diverifikasi melalui cek silang dengan narasi lain.
"Harus ada kekuatan itu agar jangan sampai kita terjerumus ke dalam perilaku kasar, perilaku yang sangat tidak baik di negara yang 87 persen penduduknya beragama Islam ini," pungkas Muhadjir. Ia juga mengapresiasi setiap upaya kecil yang dilakukan warganet Indonesia dalam menanggulangi penyebaran hoaks. Menurutnya, meskipun terlihat sederhana, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





