PKO FKIP Unismuh Dalami Filosofi Olahraga Bersama Coach Joshua Lanford

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Program Studi Pendidikan Pelatih Keolahragaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar kuliah tamu internasional bertema Filosofi Olahraga di Aula Teater I-GIFt Unismuh Makassar, Rabu, 10 Juni 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Coach Joshua Lanford dari North Greenville University, Amerika Serikat, sebagai narasumber. Pesertanya terdiri atas dosen dan mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, terutama dari Program Studi Pendidikan Pelatih Keolahragaan.
Kuliah tamu dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri. Turut hadir Dekan FKIP Unismuh Makassar Dr. Baharullah, Wakil Dekan III FKIP Dr. Muhammad Nawir, Ketua Prodi PKO Yusran Rahmat, para wakil dekan, dosen, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Andi Sukri menegaskan bahwa olahraga tidak dapat dipersempit menjadi urusan fisik, teknik, atau pertandingan semata. Menurutnya, olahraga juga memuat makna yang berkaitan dengan komitmen, moral, karakter, disiplin, dan penghormatan terhadap aturan yang disepakati bersama.
Ia mencontohkan permainan sepak bola yang hanya bisa berjalan karena ada aturan tentang jumlah pemain, batas penggunaan tangan, peran penjaga gawang, serta norma permainan yang harus dipatuhi seluruh pihak. Dari sana, kata dia, mahasiswa dapat melihat bahwa olahraga mengajarkan konsistensi, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap norma bersama.
Andi Sukri juga menegaskan komitmen pimpinan universitas untuk mendukung pengembangan Prodi PKO sebagai program studi yang relatif baru. Ia menilai pendidikan olahraga penting bagi kampus karena berkontribusi pada kesehatan fisik, pembentukan etos kerja, dan produktivitas mahasiswa.
Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. Baharullah, menambahkan bahwa mahasiswa pendidikan olahraga tidak cukup dibekali keterampilan teknis dan kompetensi profesional. Mereka juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan berlandaskan nilai moral dalam menjalankan profesi di masa depan.
Menurut Baharullah, kuliah tamu internasional ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus dan penguatan jejaring akademik global. Melalui forum seperti ini, dosen dan mahasiswa mendapat kesempatan belajar langsung dari akademisi dan praktisi luar negeri sehingga cakrawala keilmuan mereka lebih luas.
Dalam pengantarnya, Wakil Dekan III FKIP, Dr. Muhammad Nawir, menyoroti pentingnya keseimbangan antara jasmani dan rohani. Ia mengingatkan bahwa kekuatan fisik harus ditopang rohani yang sehat melalui dzikir, ibadah, dan pola hidup yang tidak berlebihan, termasuk dalam urusan makan dan minum.
Pada sesi utama, Coach Joshua Lanford menceritakan bagaimana olahraga, khususnya basket, membuka banyak jalan dalam hidupnya, mulai dari akses pendidikan, pengalaman kepelatihan, hingga kesempatan mengabdi di Indonesia. Ia menekankan bahwa pelatih bukan hanya pengajar teknik, tetapi figur yang dapat memengaruhi arah hidup seseorang melalui teladan dan bimbingan.
Joshua mengajak peserta melihat hidup secara transformasional, bukan semata transaksional. Menurutnya, masa depan yang bermakna dibangun ketika seseorang mampu mempertemukan kemampuan, kecintaan pada bidang yang ditekuni, dan peluang untuk memberi kontribusi kepada orang lain.
Ia merumuskan gagasan itu melalui konsep Ability, Affinity, dan Opportunity. Dengan mengenali kemampuan diri, menumbuhkan kecintaan pada profesi, dan memanfaatkan peluang secara tepat, mahasiswa dinilai dapat membangun karier yang tidak hanya berhasil secara pribadi, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.
Ketua Prodi PKO FKIP Unismuh Makassar, Yusran Rahmat, menyebut kuliah tamu ini sebagai momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang olahraga dari perspektif internasional. Ia berharap mahasiswa semakin termotivasi mengembangkan kompetensi sebagai calon pelatih, pendidik, dan insan olahraga yang berkarakter.
Melalui kegiatan ini, Prodi PKO FKIP Unismuh Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan ruang akademik yang berkualitas, berwawasan internasional, dan relevan dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga. Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menunjukkan tema filosofi olahraga memiliki kaitan langsung dengan pembentukan mentalitas, sportivitas, dan kepemimpinan mahasiswa.





