Pendidikan Sosiologi Unismuh Perkuat Sinergi Akademik di Malino

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, GOWA - Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar konsolidasi akademik di Malino pada 22-23 Agustus 2026 untuk menjaga mutu kedua jenjang yang sama-sama berstatus unggul. Kegiatan bertajuk Family Gathering Academic itu dipakai bukan hanya untuk mempererat hubungan antarpendidik, tetapi juga menata agenda pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi, dan strategi memperluas daya tarik program studi.
Forum ini menjadi penting karena S1 dan S2 Pendidikan Sosiologi saat ini berdiri di atas capaian mutu yang tidak ringan. Jenjang sarjana memegang Akreditasi Unggul dari LAMDIK hingga Agustus 2029, sementara jenjang magister telah meraih predikat yang sama hingga Maret 2030. Kedua program juga diperkuat sistem manajemen organisasi pendidikan berstandar internasional ISO 21001:2018, sehingga tantangan mereka bukan lagi sekadar meraih pengakuan, melainkan menjaga konsistensi kualitas.
Ketua Prodi S1 Pendidikan Sosiologi, Dr. Jamaluddin Arifin, menegaskan bahwa modal utama program studi ada pada budaya kerja yang kolaboratif. "Kita terus melakukan penguatan akademik dengan melibatkan dosen. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas yang telah dicapai dapat terus kita jaga dan kembangkan bersama," ujarnya. Pernyataan ini menandai bahwa capaian akreditasi unggul dipahami sebagai titik kerja baru, bukan garis akhir.
Agenda diskusi di Malino membentang dari penguatan kualitas pembelajaran dan kurikulum, peningkatan kolaborasi dosen, agenda riset dan publikasi, hingga strategi memperluas jangkauan program studi kepada calon mahasiswa. Artinya, kegiatan ini diarahkan untuk merawat ekosistem akademik secara utuh. Unismuh tampak ingin memastikan bahwa status unggul tidak hanya hidup dalam dokumen akreditasi, tetapi terlihat dalam pengalaman belajar mahasiswa, produktivitas dosen, dan reputasi akademik program studi.
Ketua Prodi S2 Pendidikan Sosiologi, Kaharuddin, Ph.D., menilai keberadaan dua jenjang dengan status unggul merupakan peluang besar untuk membangun kesinambungan akademik yang lebih kuat. Menurutnya, kekuatan dosen, mahasiswa, alumni, dan jejaring keilmuan perlu disatukan agar reputasi pendidikan sosiologi di Unismuh tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia melihat soliditas internal sebagai syarat penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan kedua program.
Selain konsolidasi internal, forum ini juga dibaca sebagai bagian dari orientasi internasionalisasi. Sebelumnya, S1 dan S2 Pendidikan Sosiologi berkolaborasi menggelar kuliah tamu internasional bersama akademisi Universiti Teknologi Malaysia. Kegiatan di Malino menegaskan bahwa kolaborasi lintas jenjang perlu ditopang komunikasi yang lebih rapi agar penguatan mutu, riset, dan jejaring internasional tidak berhenti pada agenda sesaat.
Jamaluddin juga menekankan bahwa pendidikan sosiologi tidak hanya menyiapkan lulusan menjadi guru. Ia memandang disiplin ini membuka ruang karier yang luas, mulai dari penelitian sosial, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga profesi yang menuntut kemampuan membaca perubahan sosial. Dengan demikian, penguatan akademik yang dibicarakan di Malino juga terkait langsung dengan bagaimana prodi menyiapkan lulusan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Kegiatan ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa kebersamaan dosen bukan sekadar pelengkap suasana, tetapi bagian dari manajemen mutu. Ketika program studi ingin mempertahankan akreditasi unggul dan memperluas reputasi, ia membutuhkan komunikasi yang kuat, rasa memiliki yang sama, dan agenda pengembangan yang disepakati bersama. Malino menjadi ruang untuk menegaskan bahwa kedua jenjang Pendidikan Sosiologi Unismuh hendak tumbuh sebagai satu ekosistem akademik yang saling menguatkan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





