Agroteknologi Unismuh Perkuat Kemampuan Academic Writing Mahasiswa

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat keterampilan menulis ilmiah mahasiswa melalui kuliah tamu internasional bertema academic writing. Kegiatan yang digelar di Ruang Seminar Menara Iqra Lantai 6 pada 19 Agustus 2026 itu menghadirkan Ilmas Abdurofi, Ph.D., akademisi dari Faculty of Sustainable Agriculture, Universiti Malaysia Sabah.
Forum ini menunjukkan bahwa Unismuh ingin membangun budaya akademik yang lebih serius, terutama pada aspek yang sering menjadi hambatan mahasiswa ketika menyiapkan proposal penelitian, skripsi, atau artikel ilmiah. Fokus kuliah tamu tidak berhenti pada teknik menulis kalimat, tetapi masuk ke cara membangun argumentasi, menyusun paragraf, membaca celah riset, memilih jurnal, dan menghadapi proses publikasi secara utuh.
Ilmas menjelaskan bahwa tulisan akademik setidaknya bergerak dalam tiga fungsi utama: persuasif, analitis, dan informatif. Dari sana, mahasiswa diajak memahami bahwa karya ilmiah bukan kumpulan kutipan, melainkan bangunan argumen yang harus ditopang bukti dan penalaran. Salah satu alat praktis yang ia perkenalkan adalah kerangka MEAL, yakni Main Idea, Evidence, Analysis, dan Link, agar tiap paragraf memiliki arah dan hubungan yang jelas.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada struktur artikel ilmiah IMRaD: Introduction, Methods, Results, dan Discussion. Melalui struktur ini, mahasiswa didorong melihat penulisan artikel sebagai proses yang disiplin, mulai dari merumuskan persoalan, menjelaskan metode, menyajikan temuan, sampai menafsirkan hasil penelitian. Penekanan pada struktur ini penting karena banyak naskah mahasiswa sering lemah bukan pada data, tetapi pada cara mengorganisasi gagasan.
Ilmas juga mengingatkan bahwa naskah yang baik belum tentu otomatis lolos publikasi bila target jurnal dipilih sembarangan. Ia meminta mahasiswa dan calon penulis membaca dengan teliti aims and scope jurnal, indeksasi, kuartil, dan artikel-artikel terbaru yang dipublikasikan. Menurut dia, ketidaksesuaian dengan ruang lingkup jurnal menjadi salah satu penyebab naskah berhenti di meja editor sebelum sempat dinilai reviewer.
Pada bagian ini, ia menekankan audit naskah sebelum submission. "Penulis perlu memastikan kebaruan penelitian tampak jelas, format naskah sesuai pedoman, dan jurnal yang dipilih memang relevan dengan topik manuskrip," jelas Ilmas saat memaparkan faktor-faktor yang sering memicu desk rejection. Bagi mahasiswa, penjelasan semacam ini penting karena dunia publikasi ilmiah memiliki aturan main yang jauh lebih ketat daripada sekadar menyelesaikan tugas kuliah.
Materi juga menyentuh cara merespons reviewer. Ilmas menegaskan bahwa komentar reviewer harus dijawab secara sistematis dan profesional, bukan emosional. Ia menganjurkan penyusunan matriks yang memuat komentar, jawaban, perubahan yang dilakukan, dan lokasi revisi dalam manuskrip. Pendekatan ini memperkenalkan mahasiswa pada kenyataan bahwa publikasi ilmiah adalah proses negosiasi akademik yang membutuhkan ketelitian dan kedewasaan intelektual.
Ketua Prodi Agroteknologi Unismuh, Dr. Ir. Rosanna, M.P., menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat budaya akademik program studi. Ia ingin mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas, tetapi juga percaya diri menghasilkan karya ilmiah yang argumentatif, berbasis bukti, dan layak dipublikasikan. Dalam konteks penguatan mutu perguruan tinggi, kemampuan menulis akademik memang menjadi fondasi yang menentukan daya saing mahasiswa maupun dosen.
Dengan menghadirkan akademisi dari Universiti Malaysia Sabah, Agroteknologi Unismuh juga memperlihatkan bahwa internasionalisasi kampus bisa diarahkan langsung ke kebutuhan pembelajaran. Bukan sekadar forum seremonial, kuliah tamu ini dipakai untuk memperkaya keterampilan yang benar-benar dibutuhkan mahasiswa agar lebih siap memasuki kultur riset dan publikasi ilmiah yang kompetitif.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





