Pemuda Muhammadiyah Bulukumba Perkuat KAMPAS, Himpun 32 Da'i Muda untuk Dakwah Inklusif

MUHAMMADIYAH SULSEL, BULUKUMBA - Pemuda Muhammadiyah Bulukumba terus mengintensifkan gerakan dakwah kadernya melalui Korps Da'i Muda Penggerak Desa (KAMPAS). Upaya penguatan ini dibahas dalam sebuah rapat konsolidasi yang berlangsung di Warkop Yoms, Jalan AP Pettarani, Bulukumba, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan ini merupakan bagian dari strategi Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pemuda Muhammadiyah Bulukumba untuk menyajikan dakwah yang adaptif, inklusif, serta dekat dengan kebutuhan komunitas, khususnya generasi muda di tingkat akar rumput.
Dalam rapat tersebut, Amran, selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, menunjuk Abd. Halim sebagai penanggung jawab KAMPAS. Halim dikenal sebagai seorang da'i sekaligus imam. Sementara itu, posisi sekretaris dipercayakan kepada Zulfadli, seorang dosen, dan jabatan bendahara diemban oleh Jabal Arafah, yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.
Amran menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan kelengkapan kebutuhan organisasi. Hal ini krusial agar gerakan dakwah KAMPAS dapat berjalan lebih terstruktur dan terarah.
Ia juga merefleksikan awal mula gerakan KAMPAS yang dimulai sekitar sebulan setelah pelantikan kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Bulukumba pada Februari 2025. Pada fase awal, KAMPAS beroperasi tanpa struktur formal, dengan kegiatan dakwah yang sederhana dikoordinasikan oleh seorang admin sebagai penghubung antarrelawan. "Seiring waktu, gerakan ini berkembang melalui koordinasi dan kolaborasi bersama. Hingga saat ini sudah ada 32 relawan da’i yang tergabung dan siap memenuhi kebutuhan dakwah, baik di lingkungan internal Muhammadiyah maupun masyarakat umum," jelas Amran.
Amran memandang tahun kedua kepengurusan sebagai momentum vital untuk menghadirkan inovasi dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembentukan Da'i Muda Penggerak Desa sejalan dengan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah Pusat melalui Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama. "Setiap bidang dalam organisasi harus mampu melihat kebutuhan dan peluang di tengah masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Karena itu, keberadaan Da’i Muda Penggerak Desa atau KAMPAS menjadi langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan daerah saat ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, karakteristik dakwah yang diusung KAMPAS adalah dakwah yang mencerahkan, inklusif, dan mampu membangun harmoni sosial melalui kolaborasi lintas sektor. "Da’i Muda Penggerak Desa hadir sebagai ruang besar bagi kader muda untuk bergerak di medan dakwah, dalam bentuk dan pendekatan apa pun, selama tetap berada dalam koridor dakwah," tambahnya.
Amran turut mengutip pernyataan Ketua Pemuda Muhammadiyah Pusat, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang disampaikan pada 26 Februari 2025. "Kami ingin memperbanyak tumbuhnya da’i-da’i muda yang memiliki kecakapan dalam dakwah digital, khususnya di media sosial. Mereka harus mampu memberi dampak bagi generasi muda di dunia maya," kutipnya. Dzulfikar juga mendefinisikan Da'i Muda Penggerak Desa sebagai "inisiatif strategis untuk mencetak kader dakwah yang progresif, berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui integrasi nilai-nilai Islam dan sosial."
Amran menegaskan bahwa secara struktural, organisasi memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh potensi kader. Oleh karena itu, kehadiran KAMPAS diharapkan dapat menjadi ruang keterlibatan yang lebih luas bagi anak muda untuk tumbuh dan berkontribusi dalam gerakan dakwah. "Ini bukan sekadar gerakan dakwah, tetapi juga menjadi pintu masuk pengkaderan untuk melahirkan kader-kader baru yang memiliki semangat, kapasitas, dan kepedulian terhadap dakwah di tengah masyarakat," tuturnya.
Di akhir pertemuan, Amran berharap KAMPAS dapat menjadi energi baru yang memperkuat dakwah kepemudaan Muhammadiyah hingga menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Sebagai informasi tambahan, Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, bersama organisasi otonom Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), sebelumnya juga telah menyelenggarakan Training Dai dan Daiyah pada 11-12 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan kader dakwah muda.




