Pembukaan LPB IV Hizbul Wathan Sulsel di Makassar, Seleksi Menuju Prambanan 2026

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag, selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, meresmikan pembukaan Lomba Pengenal Berprestasi (LPB) IV Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sulawesi Selatan. Acara tersebut berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, di halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Kota Makassar.
Diselenggarakan oleh Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, LPB IV ini berfungsi sebagai wadah seleksi dan pembinaan kader pandu terbaik. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti LPB V tingkat nasional yang dijadwalkan pada 26-30 Juni 2026 di Prambanan, Yogyakarta.
Asri Aryadi, Panitia Pelaksana LPB IV, melaporkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari, dari 20 hingga 24 Mei 2026. Lomba diikuti oleh 13 regu yang berasal dari berbagai Kwartir Daerah Hizbul Wathan di Sulawesi Selatan.
"Setiap regu beranggotakan 10 pandu," jelas Asri. Ia menambahkan, "Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan juga berfungsi sebagai latihan dan simulasi untuk menghadapi LPB V tingkat nasional di Prambanan."
Asri lebih lanjut menerangkan bahwa proses penilaian mencakup seluruh rangkaian aktivitas peserta, mulai dari kedatangan hingga kepulangan. Sistem ini berpedoman pada petunjuk teknis nasional LPB V Hizbul Wathan.
Meskipun undangan telah disebar ke seluruh kwartir daerah Hizbul Wathan se-Sulawesi Selatan, Asri mengemukakan bahwa partisipasi LPB IV tahun ini masih didominasi oleh Kwartir Daerah Makassar dan Gowa.
Syahrir Radjab, S.Pd, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa semua peserta yang berpartisipasi dalam ajang ini akan diakui sebagai Regu Teladan Hizbul Wathan Sulawesi Selatan.
Dia juga menginformasikan bahwa regu yang meraih juara I, II, dan III akan mewakili Sulawesi Selatan dalam LPB V di Prambanan.
Syahrir menjelaskan, "Enam regu terbaik akan menjadi delegasi resmi Sulawesi Selatan untuk LPB tingkat nasional. Sementara itu, tujuh regu sisanya juga direncanakan turut serta ke Prambanan untuk agenda latihan kepemimpinan pandu tingkat nasional."
Dalam pidato pembukaannya, Prof. Ambo Asse menggarisbawahi urgensi semangat disiplin, kesungguhan, dan jiwa perjuangan di kalangan kader Hizbul Wathan. Menurutnya, kegiatan kepanduan lebih dari sekadar kompetisi; ini adalah proses esensial dalam membentuk karakter kader Muhammadiyah di masa depan.
"Ananda sekalian adalah harapan Muhammadiyah, umat, dan bangsa," pesan Prof. Ambo Asse. "Oleh karena itu, persiapkanlah diri dengan ilmu, keterampilan, disiplin, dan semangat untuk berjuang."
Ia turut mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan sepanjang berlangsungnya perlombaan.
"Meskipun berkompetisi, penting untuk tetap menjaga kebersamaan dan persaudaraan," tegasnya. "Berlombalah secara jujur dan tampilkan prestasi terbaik."
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara, yang diakhiri dengan doa bersama dan pekikan yel-yel khas Hizbul Wathan.




