Pelantikan BEM Unismuh: Rektor dan Ketua DPRD Sulsel Dorong Gerakan Mahasiswa Berdampak

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 17 Juli 2026 - Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar periode 2025-2026 menjadi panggung penegasan arah baru gerakan mahasiswa kampus. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., meminta pengurus baru menjaga identitas mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, tetapi mengeksekusinya dengan pola gerakan yang lebih cerdas, terukur, dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Pesan itu ia sampaikan dalam pelantikan pengurus BEM di Ruang I-GIFt Theater, Lantai 2 Hall Teater I-GIFt Unismuh Makassar, Kamis, 16 Juli 2026. Kepengurusan baru dipimpin Andi Rama Ramadhan sebagai Presiden Mahasiswa dan Muhammad Maulana sebagai Wakil Presiden Mahasiswa. Hadir pula Ketua DPRD Sulawesi Selatan drg. Andi Rachmatika Dewi, anggota Badan Pembina Harian Unismuh Dr. Ir. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dan pengurus lembaga kemahasiswaan.
Rakhim Nanda menegaskan kampus tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan aspirasi. Namun, ia mengingatkan bahwa cara menyuarakan tuntutan harus berkembang seiring perubahan zaman. Menurut dia, pesan mahasiswa tetap harus sampai kepada pengambil kebijakan, tetapi metode penyampaiannya tidak boleh menimbulkan gangguan luas bagi masyarakat, apalagi merusak reputasi kampus.
Ia mencontohkan kondisi lalu lintas di ruas jalan depan Unismuh yang termasuk padat di Makassar. Jika jalan ditutup saat aksi, dampaknya bisa meluas ke berbagai titik kota dan memunculkan sentimen negatif terhadap kampus di tengah masyarakat. Karena itu, ia menilai gerakan mahasiswa perlu mengedepankan efektivitas pesan, bukan sekadar daya kejut aksi.
Sebagai alternatif, Unismuh telah menyediakan panggung orasi di depan kampus dan membuka ruang dialog langsung dengan pimpinan universitas. Rakhim Nanda menekankan bahwa demonstrasi biasanya muncul ketika saluran komunikasi tertutup. Selama pimpinan kampus membuka akses diskusi, menurut dia, mahasiswa seharusnya dapat memperjuangkan persoalan secara lebih produktif tanpa kehilangan daya kritisnya.
Rektor juga menghubungkan arah gerakan mahasiswa dengan reputasi institusi. Unismuh saat ini telah meraih Akreditasi Institusi Unggul dan menembus berbagai pemeringkatan internasional. Capaian itu, kata dia, harus diimbangi kualitas organisasi kemahasiswaan yang mencerminkan intelektualitas, kedewasaan, dan kemampuan membaca konteks sosial. Aspirasi tetap penting, tetapi harus dibungkus dengan strategi yang membuat publik memahami tujuan perjuangan mahasiswa.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Andi Rama Ramadhan memperkenalkan garis kerja kepengurusan baru melalui tagline "BEM Berdampak". Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan BEM tidak terletak pada banyaknya seremoni atau publikasi media sosial, melainkan pada manfaat riil yang dirasakan mahasiswa, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, kepengurusannya ingin memastikan setiap program memiliki dampak yang terukur dan menjawab kebutuhan nyata.
Andi Rama menilai program yang hanya bertujuan membangun citra pengurus tanpa hasil konkret adalah program yang gagal. Ia juga menyatakan kesiapan BEM untuk membangun sinergi dengan pimpinan universitas maupun fakultas agar gagasan mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang lebih efektif. Dalam forum itu, ia turut menitipkan aspirasi terkait mahasiswa yang kesulitan melanjutkan studi akibat berkurangnya kuota beasiswa KIP, dengan harapan isu tersebut dapat diperjuangkan di tingkat kebijakan.
Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi menyambut pendekatan gerakan mahasiswa yang lebih dialogis. Ia menegaskan mahasiswa merupakan mitra DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan atas kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, lembaga legislatif terbuka untuk menerima kritik, saran, dan aspirasi dari mahasiswa, termasuk dari pengurus BEM Unismuh yang baru dilantik.
Kehadirannya di acara pelantikan disebut sebagai bentuk komitmen untuk menjaga komunikasi yang lebih dekat dengan mahasiswa. Ia meminta jabatan organisasi tidak dipakai untuk kepentingan pribadi, melainkan dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, membuka peluang, dan memberi kontribusi nyata bagi kampus serta masyarakat. Rachmatika juga mengajak mahasiswa ikut menjaga iklim kondusif di Makassar dan Sulawesi Selatan, tanpa kehilangan keberanian untuk bersikap kritis terhadap kebijakan publik.
Penguatan arah gerakan itu diperjelas lagi oleh Ketua BPH Unismuh, Muhammad Syaiful Saleh. Ia mengingatkan bahwa BEM memiliki tiga pilar utama: memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa, menjadi agen perubahan, dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Jika tiga pilar itu dijalankan secara seimbang, organisasi mahasiswa tidak hanya aktif secara simbolik, tetapi benar-benar hadir sebagai representasi kepentingan mahasiswa.
Presiden Mahasiswa periode sebelumnya, Muhammad Hasbi Asyidik, juga mengingatkan bahwa BEM bukan milik segelintir pengurus atau kelompok tertentu. Menurutnya, BEM adalah milik seluruh mahasiswa Unismuh Makassar, termasuk mereka yang tidak aktif di organisasi kemahasiswaan. Karena itu, kepengurusan baru diminta mendengar persoalan secara lebih luas dan tidak mengabaikan mahasiswa yang berada di luar lingkaran struktural organisasi.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan janji pengurus, penandatanganan berita acara, dan serah terima jabatan. Dalam momentum itu, pengurus baru menyatakan komitmennya menjaga nama baik lembaga, almamater, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Agenda tersebut bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga penegasan bahwa gerakan mahasiswa Unismuh ke depan diarahkan untuk tetap kritis, punya daya pengaruh, dan bekerja dengan cara yang lebih dewasa serta berdampak.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





