PASHMINA NA Makassar Hadirkan Edukasi dan Layanan Kesehatan Remaja di Madrasah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 17 Juli 2026 - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar memperluas model pembinaan remaja putri melalui program PASHMINA Goes to School di Kompleks Madrasah Muallimat Aisyiyah Makassar, Kamis, 16 Juli 2026. Program ini memadukan edukasi kesehatan dengan layanan pemeriksaan medis gratis sebagai upaya membangun generasi perempuan muda yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
PASHMINA merupakan akronim dari Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah. Dalam pelaksanaannya di Madrasah Muallimat Aisyiyah, kegiatan ini digarap lewat kolaborasi antara PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Puskesmas Andalas, dan Majelis Kesehatan Pimpinan Cabang Aisyiyah Makassar. Kolaborasi lintas organisasi dan layanan publik itu memperlihatkan bahwa pembinaan remaja putri tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan dukungan kesehatan yang terstruktur.
Sejak pagi, ratusan siswi mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas interaktif. Mereka tidak hanya menerima materi di ruang edukasi, tetapi juga diarahkan ke sejumlah pos layanan kesehatan yang telah disiapkan tenaga medis. Format ini membuat peserta tidak berhenti pada pengetahuan teoritis, melainkan langsung mendapatkan pemeriksaan untuk membaca kondisi kesehatannya masing-masing.
Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar, Nur Iffah Salmi Akbar, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kepedulian organisasi terhadap kesehatan remaja putri sebagai calon pemimpin masa depan. Menurutnya, pembinaan perempuan muda harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, hingga kesehatan mental. Dalam kerangka itu, PASHMINA ditempatkan sebagai instrumen pembentukan pribadi muslimah yang berkarakter, mandiri, sehat, dan berakhlak.
Ia menilai kerja sama dengan Dinas Kesehatan Makassar, Puskesmas Andalas, dan Majelis Kesehatan PC Aisyiyah menjadi bukti bahwa penguatan generasi putri Muhammadiyah perlu dijalankan melalui aksi nyata, bukan sekadar ajakan normatif. Melalui program ini, Nasyiatul Aisyiyah ingin menyiapkan remaja perempuan yang tidak hanya sehat untuk dirinya sendiri, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan itu adalah edukasi kesehatan reproduksi remaja oleh dr. Nur Fauziah Azzahrah, S.Ked. Sesi ini membahas perkembangan fisik remaja putri dari sudut pandang medis dengan tetap menempatkan nilai-nilai Islam sebagai kerangka etis. Materi tersebut penting karena banyak remaja masih menghadapi keterbatasan akses terhadap penjelasan kesehatan reproduksi yang benar, aman, dan tidak menimbulkan stigma.
Setelah itu, peserta menerima edukasi gizi dari Muhammad Harun, S.Ked. Dalam sesi ini, para siswi diajak memahami pentingnya pola makan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan tubuh, dan meningkatkan konsentrasi belajar. Pembahasan gizi menjadi relevan karena masalah asupan makanan dan kebiasaan makan remaja sering berpengaruh langsung pada daya tahan tubuh, kebugaran, dan performa belajar di sekolah.
Ketua Majelis Kesehatan PC Aisyiyah Makassar, apt. Ruslinah, S.Si., kemudian memberikan edukasi mengenai penggunaan obat yang aman dan bijak. Peserta dibekali cara mengenali jenis obat, memahami aturan pakai, menyimpan obat dengan benar, dan menghindari konsumsi yang keliru. Bekal semacam ini penting karena penggunaan obat tanpa pemahaman dasar masih sering terjadi di kalangan remaja dan keluarga.
Usai sesi edukasi, peserta diarahkan ke berbagai pos pelayanan kesehatan. Pemeriksaan dimulai dari pengukuran Indeks Massa Tubuh untuk menilai status gizi, dilanjutkan dengan pengecekan tekanan darah serta tes hemoglobin sebagai langkah deteksi dini anemia yang cukup sering dialami remaja putri. Selain itu, panitia juga membuka layanan konsultasi kesehatan reproduksi secara privat, konsultasi psikologi untuk mendukung kesehatan mental, dan pos gizi yang membagikan camilan sehat berupa makanan kukus bernutrisi.
Rangkaian layanan itu menunjukkan bahwa PASHMINA tidak diposisikan sebagai acara seremonial sekali jalan. Program ini dirancang sebagai model pembinaan kesehatan remaja putri berbasis kolaborasi, dengan sasaran yang konkret dan manfaat yang langsung dirasakan peserta. Dengan model seperti ini, organisasi perempuan Muhammadiyah dapat hadir lebih dekat pada kebutuhan remaja di lingkungan pendidikan.
Kepala Madrasah Muallimat Aisyiyah Makassar, Sawani, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara organisasi perempuan Muhammadiyah, instansi kesehatan, dan lembaga pendidikan dapat terus berlanjut agar sekolah mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Menurutnya, keberlanjutan program seperti ini penting untuk memperkuat spiritualitas peserta didik sekaligus kesiapan mereka menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang turut dihadiri jajaran guru Madrasah Muallimat Aisyiyah itu berlangsung dengan antusias tinggi. Para siswi aktif berdiskusi dengan narasumber maupun tenaga kesehatan di setiap pos layanan. Respons tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan edukatif yang dekat dengan pengalaman remaja memberi ruang lebih besar bagi mereka untuk memahami isu kesehatan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Melalui PASHMINA Goes to School, Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar menegaskan peran organisasi perempuan Muhammadiyah tidak berhenti pada pembinaan ideologis dan kepemimpinan, tetapi juga menyentuh kesehatan dasar generasi muda. Dari sini, lahir pesan yang jelas: perempuan berkemajuan harus dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, dan tubuh yang sehat.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





