PDNA Makassar Gelar Nasyiah Edu Talk: Rienda Noor Ajak Massifkan Pendidikan Inklusif

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Makassar menyelenggarakan diskusi inspiratif bertajuk Nasyiah Edu Talk. Acara yang berfokus pada isu pendidikan inklusif ini berlangsung di Aula Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Jl. Sultan Alauddin No. 7, Makassar, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, mengangkat tema "Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Berkeadilan Melalui Sinergi dan Praktik Nyata di Sekolah". Tujuannya adalah untuk mengupas tuntas tantangan dan solusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik.
Diskusi ini dipandu oleh Rienda Noor Asysyfa, SS,.Gr, Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel. Dalam pengantarnya, Rienda menegaskan bahwa Nasyiah Edu Talk berfungsi sebagai wadah kolektif untuk merespons dinamika pendidikan terkini. "Kegiatan ini hadir sebagai ruang bersama untuk membincangkan isu pendidikan yang berkeadilan bagi semua. Kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas," ujarnya.
Rienda lebih lanjut mengajak praktisi pendidikan dan orang tua agar lebih terbuka terhadap keberagaman karakter peserta didik. Menurutnya, pemahaman teori saja tidaklah cukup tanpa diiringi aksi nyata di lapangan. Ia memaparkan beberapa poin penting untuk implementasi di sekolah:
- Adaptasi Kurikulum: Kemampuan sekolah menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa.
- Merangkul Keunikan: Menghapus stigma dan melihat potensi dari setiap keunikan anak.
- Sinergi Stakeholder: Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mendukung fasilitas inklusif.
"Harapan besar kita adalah gagasan ini mampu diimplementasikan secara nyata. Kita harus mampu beradaptasi untuk merangkul keunikan setiap anak, sehingga pendidikan yang berkeadilan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata," pungkas Rienda.
Terpisah, Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Makassar, Nur Iffah Salmi Akbar, M.Pd, menyatakan bahwa pendidikan inklusif adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan semua pihak. "Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuka ruang bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan, perbedaan, ataupun kondisi tertentu. Melalui Nasyiah Edutalk ini, kami ingin mendorong lahirnya sinergi nyata antara sekolah, guru, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.
Dr. Samsu Bahri, M.M, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat isu krusial dalam dunia pendidikan saat ini. "Pendidikan inklusif bukan hanya kebijakan, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap anak memperoleh hak belajar yang sama. Kami menyambut baik kolaborasi seperti ini karena perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang diskusi dan aksi nyata di sekolah," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kelembagaan Majelis Dikdasmen PDM Makassar, Andi Hamjan, M.M, menekankan peran vital sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan berkemajuan yang inklusif.
Diskusi ini turut menghadirkan narasumber Zulfitrah, M.Pd, Dosen Prodi PLB UNM Makassar, dan Yahya Nappu, M.Pd, seorang Guru Praktisi Pendidikan Inklusif. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Majelis Dikdasmen PDM Makassar, puluhan kader Nasyiatul Aisyiyah, praktisi pendidikan, serta guru-guru Muhammadiyah/Aisyiyah se-kota Makassar.




