PDM Parepare Gelar Rakor, Kuatkan Cabang-Ranting dan Ekonomi Umat Digital dengan AJPAR

MUHAMMADIYAH SULSEL, PAREPARE - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Parepare menyelenggarakan rapat koordinasi pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Masjid Annida. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta pengurus masjid Muhammadiyah dan masjid binaan se-Kota Parepare. Agenda utama rakor mencakup pembahasan penguatan cabang dan ranting dalam rangka mencapai “10 Target PCM Unggul Berkemajuan”. Selain itu, dilakukan sosialisasi program Ith’amu Tha’am dan aplikasi AJPAR Indonesia, yang bertujuan memperkuat dakwah dan ekonomi umat berbasis digital.
Sebelum memasuki inti acara, Kaharuddin Kadir, Wakil Ketua PDM Kota Parepare sekaligus Ketua DPRD Parepare, mengisi pengajian singkat. Dalam ceramahnya, ia mengulas hikmah menyambut Idul Adha, menekankan signifikansi ketauhidan, ketaatan, dan ketabahan sebagai pilar perjuangan umat Islam serta gerakan dakwah Muhammadiyah. "Ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi teladan dalam kehidupan beragama dan berorganisasi. Ketauhidan, ketaatan, dan ketabahan adalah modal utama membangun kekuatan umat," tutur Kaharuddin.
Mahsyar Idris, Ketua PDM Kota Parepare, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini adalah bagian dari tindak lanjut program Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu “10 Target PCM Unggul Berkemajuan”. Ia menegaskan, penguatan cabang dan ranting merupakan langkah strategis agar kehadiran Muhammadiyah semakin nyata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. "Kita ingin cabang dan ranting Muhammadiyah semakin tertata, aktif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini menjadi gerakan bersama menuju PCM unggul dan berkemajuan," ucap Mahsyar.
Mahsyar merinci beberapa target pengembangan yang menjadi prioritas. Ini meliputi pembentukan ranting di setiap kelurahan, penguatan masjid Muhammadiyah, pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), penguatan organisasi otonom, pembentukan tim pengurusan jenazah, penyediaan layanan Lazismu, serta pengembangan ekonomi persyarikatan.
Forum koordinasi juga menyediakan ruang bagi peserta dari PCM, PRM, dan pengurus masjid Muhammadiyah untuk menyampaikan tanggapan. Berbagai masukan diterima, khususnya mengenai penataan organisasi, kaderisasi, dan strategi penguatan dakwah di tingkat akar rumput.
Setelah salat Ashar, agenda dilanjutkan dengan sosialisasi program Ith’amu Tha’am dan aplikasi AJPAR Indonesia. Ibrahim Fattah, Humas AJPAR, menjelaskan bahwa AJPAR adalah aplikasi hasil karya kader Muhammadiyah Parepare yang didesain untuk memperkuat ekonomi umat. "Ini aplikasi karya kader Muhammadiyah Parepare. Kita ingin membangun ekosistem ekonomi umat yang memberi manfaat dan kemaslahatan bersama," kata Ibrahim.
Amran Ambar, Komisaris AJPAR, menambahkan bahwa aplikasi ini menawarkan beragam layanan digital. Fitur-fiturnya meliputi pengisian ulang e-wallet, transfer antarbank, pembayaran listrik, pembelian token, pembayaran PDAM, pajak PBB, hingga pembelian pulsa. Amran menekankan bahwa aplikasi ini dirancang agar mudah digunakan, aman, dan terjangkau. "Kita mesti menghidupkan aplikasi karya kita sendiri. Selain mudah dan aman, biaya transfernya juga murah," ujarnya.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta selama sesi sosialisasi. Beberapa jamaah Masjid Annida bahkan langsung mencoba mengunduh dan mempraktikkan penggunaan aplikasi AJPAR melalui perangkat seluler mereka. Panitia turut menginformasikan berbagai keuntungan bagi pengguna baru, termasuk promo bebas biaya transaksi, sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi umat berbasis digital.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare berharap, melalui rapat koordinasi dan sosialisasi ini, penguatan cabang dan ranting Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah. Harapan lainnya adalah terwujudnya kolaborasi yang lebih erat dalam dakwah dan pengembangan ekonomi umat di Kota Parepare.




