PDM Makassar Salurkan 200 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H, Fokus Daerah Marginal

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menegaskan komitmen sosialnya pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah. Melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Makassar, mereka sukses menyelenggarakan program kurban masif dengan menyembelih ratusan hewan kurban.
Prosesi penyembelihan hewan kurban ini berlangsung di berbagai Masjid Muhammadiyah se-Kota Makassar pada Rabu, 27 Mei 2026. Data resmi mencatat, total hewan kurban yang terkumpul dan disembelih mencapai 178 ekor sapi dan 22 ekor kambing.
Muhammad Imaduddin, Manager Area Lazismu Kota Makassar, menjelaskan bahwa ratusan hewan kurban tersebut berhasil dihimpun secara kolektif. Sumber penghimpunan berasal dari 41 Masjid Muhammadiyah dan Kantor Layanan Lazismu (KLL) se-Kota Makassar, termasuk sumbangan atas nama pribadi dan lainnya. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama erat dengan seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Makassar, bersama warga dan simpatisan Muhammadiyah.
Sistem Satu Pintu untuk Pemerataan Distribusi
Lazismu Makassar menerapkan sistem koordinasi terpusat untuk sebagian pengelolaan daging kurban. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan distribusi daging kurban lebih merata, tepat sasaran, serta menghadirkan syiar dakwah Muhammadiyah secara langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. Tahun ini, distribusi secara khusus menyasar wilayah-wilayah marginal dan pelosok yang jarang tersentuh bantuan daging kurban.
Beberapa lokasi distribusi meliputi perkampungan kumuh dan warga miskin di Pulau Kodingareng, komunitas pemulung serta pengepul sampah di TPA Antang, dan komunitas pemulung di kawasan Sudiang, serta berbagai titik lain bagi warga yang membutuhkan. "Kita sasar semua beberapa titik kota Makassar, dan warga yang membutuhkan," ujar Muhammad Imaduddin. Ia menambahkan, "Kami berharap kebaikan para Mudhohi atau Sahibul Qurban bisa terus dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan untuk masyarakat yang memang sangat membutuhkan."
Inovasi Program RendangMu di Tengah Krisis
Secara spesifik, Lazismu Makassar sendiri berhasil menghimpun 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing langsung dari para pekurban. Imaduddin mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya animo dan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan ibadah kurbannya melalui Muhammadiyah, bahkan di tengah situasi krisis.
Selain menyalurkan hewan kurban dalam bentuk hidup, banyak warga juga memilih menyalurkan dana kurban untuk dikonversi ke dalam program inovatif "RendangMu". Program ini merupakan inisiatif ketahanan pangan nasional milik Lazismu, di mana daging kurban diolah secara higienis menjadi rendang kemasan siap saji. Rendang kemasan ini memiliki daya simpan yang lama dan mudah didistribusikan kapan saja ke daerah bencana atau wilayah rawan pangan.
Wujud Nyata Kesalehan Sosial
Dr. Ir. Achmad AC, SE. MM. IPM, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, secara terpisah menegaskan bahwa kegiatan akbar ini adalah agenda rutin tahunan persyarikatan. Aksi nyata ini menjadi bukti konkret konsistensi Muhammadiyah dalam menjalankan gerakan dakwah dan sosial kemanusiaan kepada masyarakat luas.
"Ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kita secara spiritual kepada Allah SWT, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial terhadap sesama manusia," terang Dr. Ahmad AC. Menurutnya, Muhammadiyah selalu menekankan bahwa kurban bukan sekadar ibadah individual yang berakhir setelah penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban adalah sarana strategis untuk memperkuat nilai-nilai kesalehan sosial, merawat kebersamaan, dan mengokohkan solidaritas di tengah masyarakat.
Pemimpin Daerah Muhammadiyah Kota Makassar menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mengamanahkan sapi kurbannya, baik melalui jaringan masjid maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kota Makassar.




