PDM Bulukumba Perkuat Reputasi Digital Muhammadiyah Melalui Pelatihan di Makassar

MUHAMMADIYAH SULSEL, BULUKUMBA - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba mengirimkan tiga delegasi untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan pada 1-3 Mei 2026 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Makassar.
Tiga perwakilan tersebut adalah Asdar, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua MPI PDM Bulukumba; Dr. Jihad Talib, M.Hum., sebagai Sekretaris MPI; dan Muh. Risal, Ketua PC IMM Bulukumba.
Pelatihan ini diikuti oleh utusan Muhammadiyah dari beragam daerah di Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan informasi, komunikasi publik, dan citra organisasi di tengah perkembangan era digital.
Asdar, Ketua MPI PDM Bulukumba, menegaskan pentingnya penguatan reputasi digital bagi organisasi dakwah. Menurutnya, hal ini krusial mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pada 1 Mei 2026, di sela-sela kegiatan, Asdar menyatakan, "Transformasi digital menuntut setiap lembaga mampu mengelola informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab. Karena itu, penguatan reputasi digital menjadi langkah strategis agar dakwah Muhammadiyah semakin luas dan tepat sasaran."
Ia menambahkan, MPI memegang peran vital dalam menjaga narasi organisasi agar senantiasa positif, edukatif, serta adaptif terhadap dinamika ruang publik digital.
Dr. Jihad Talib, Sekretaris MPI PDM Bulukumba, menyampaikan bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan baru mengenai esensi literasi digital di tengah arus informasi yang kian kompleks. "Pelatihan ini memberi bekal bagi kami untuk mengelola konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun citra organisasi secara berkelanjutan," ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa reputasi digital tidak hanya bergantung pada kualitas konten, melainkan juga pada konsistensi pesan dan etika komunikasi di platform media sosial.
Selama pelatihan, para peserta menerima pembekalan materi komprehensif. Materi tersebut meliputi strategi pengelolaan media digital, manajemen komunikasi krisis, optimalisasi platform digital untuk dakwah dan edukasi publik, serta pemanfaatan data dan analitik guna memahami respons audiens.
Selain sesi materi, peserta juga aktif berdiskusi tentang berbagai tantangan komunikasi yang dihadapi di daerah masing-masing, termasuk isu hoaks dan disinformasi yang seringkali muncul di ranah digital.
Asdar melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antar-MPI di berbagai daerah, demi menciptakan ekosistem komunikasi Muhammadiyah yang lebih solid dan terintegrasi. Ia berharap implementasi hasil pelatihan dapat segera direalisasikan di Bulukumba melalui program-program konkret yang mendukung penguatan media organisasi.
Senada, Jihad Talib turut menggarisbawahi urgensi tindak lanjut berupa pelatihan internal dan penguatan tim media di tingkat daerah. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pengelolaan reputasi digital berjalan lebih sistematis dan efektif.
Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini merupakan wujud komitmen Muhammadiyah untuk memperkuat eksistensi di ruang digital, sekaligus merespons tantangan disrupsi informasi secara adaptif dan progresif.




