PCM Allu Gowa Gelar Pengajian Ideologi Muhammadiyah Jelang Iduladha

MUHAMMADIYAH SULSEL, GOWA - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Allu, Gowa, menyelenggarakan pengajian rutin bersama seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayahnya. Bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Muhammadiyah Katinting pada Sabtu, 23 Mei 2026, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 112 guru dari 11 AUM. Fokus utama pengajian adalah penguatan ideologi Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis, sebagai persiapan menyambut Hari Raya Iduladha dan menghadapi dinamika sosial keagamaan.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa, Ardan Ilyas, S.Ag., M.Ag., hadir sebagai pemateri utama dalam pengajian yang mengangkat tema "Ideologi Muhammadiyah dalam Menghadapi Iduladha" ini.
Dalam paparannya, Ardan Ilyas menggarisbawahi pentingnya setiap aktivitas warga Muhammadiyah berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis. "Kita di Muhammadiyah setiap melakukan sesuatu apalagi berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis," ujarnya, menegaskan relevansi nilai-nilai ideologi Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam memaknai ibadah kurban pada Iduladha.
Ia menjelaskan bahwa semangat berkurban bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga cerminan pengorbanan, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, pemahaman ideologi yang kokoh sangat diperlukan agar warga Muhammadiyah dapat menghadapi berbagai tantangan zaman sambil tetap berpegang pada ajaran Islam berkemajuan.
Ardan lebih lanjut mengingatkan para peserta untuk konsisten menerapkan prinsip-prinsip Muhammadiyah di berbagai lingkungan, baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pemahaman ideologi yang kuat, menurutnya, merupakan fondasi esensial dalam membentuk karakter umat yang berintegritas dan progresif.
Ketua PCM Allu, Bohari Kulle, S.E., menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi seluruh peserta dan dukungan AUM dalam penyelenggaraan pengajian rutin ini. Ia menilai bahwa kegiatan bulanan ini sangat efektif dalam mempererat ukhuwah serta menyelaraskan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan Muhammadiyah Cabang Allu.
"Pengajian rutin dilaksanakan setiap bulan dan bergiliran di semua AUM," jelas Bohari Kulle. Sistem bergilir ini, tambahnya, tidak hanya memberi kesempatan bagi setiap AUM untuk menjadi tuan rumah, tetapi juga memperkuat hubungan antarlembaga. Selain sebagai forum pembinaan, pengajian ini juga berfungsi sebagai sarana koordinasi dan konsolidasi organisasi di tingkat cabang.
Sebagai bagian dari tradisi kebersamaan, panitia selalu mengedarkan celengan infak pada setiap pengajian. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan kepada AUM yang bertindak sebagai tuan rumah, sebagai wujud dukungan dan penguatan semangat gotong royong.
PCM Allu berharap konsistensi pelaksanaan pengajian rutin ini akan terus meningkatkan pemahaman keagamaan dan ideologi Muhammadiyah di kalangan guru dan tenaga pendidik. Dengan partisipasi aktif seluruh AUM, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan guna memperkuat dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di seluruh Kabupaten Gowa.




