PC IMM Barru Selenggarakan Diksuswati I, Perkuat Jati Diri dan Kepemimpinan IMMawati

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - BARRU, 25 Juni 2024 - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Barru sukses menyelenggarakan Pendidikan Khusus IMMawati (Diksuswati) I. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026, di Bola Pitu'e, Kabupaten Barru, ini merupakan inisiatif perdana PC IMM Barru dalam memperkuat kaderisasi perempuan Muhammadiyah. Diksuswati I mengusung tema sentral "Revitalisasi Spirit IMMawati: Dari Kesadaran Identitas Menuju Militansi Gerakan", dengan tujuan membentuk kader perempuan yang berideologi kuat, berkapasitas kepemimpinan, dan berani mengambil peran strategis di masyarakat.
Pelaksanaan Diksuswati I menandai tonggak penting dalam sejarah kaderisasi IMM di Kabupaten Barru. Forum ini dihadirkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi perempuan muda saat ini, seperti krisis identitas, pragmatisme gerakan, serta pengaruh arus digital yang kerap menggeser fokus perjuangan. Melalui kegiatan ini, PC IMM Barru berupaya meneguhkan kembali jati diri IMMawati sebagai kader yang berintelektual, religius, dan humanis.
Lebih dari sekadar agenda rutin, Diksuswati I dirancang sebagai proses pembentukan karakter yang sistematis. Peserta didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan keilmuan dalam setiap praktik gerakan. Harapannya, kader perempuan yang dihasilkan memiliki kesadaran ideologis yang mendalam, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sosial yang berkembang.
Selama kegiatan, para peserta mengikuti serangkaian materi yang komprehensif. Topik-topik yang dibahas meliputi kepemimpinan perempuan, penguatan identitas IMMawati, isu-isu gender kontemporer, hingga strategi membangun gerakan yang adaptif terhadap dinamika zaman.
Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, panitia menghadirkan tujuh narasumber yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang akademik dan organisasi. Mereka adalah Rukaya, S.Pd., M.Pd., Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Barru; Dr. Sakinah Fitrianti B., S.S., M.Pd., Sekretaris Bidang IMMawati DPP IMM; Dr. Kasmiah Ali, S.Sos., M.A.P., CISHR, Fasilitator Daerah P3A Kabupaten Barru; Nur Ismi Roni, S.I.Kom., Demisioner Ketua Bidang Hikmah PIKOM IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar; Mardhatillah Umar, S.M., S.Ked., Ketua Bidang SPMK PC IMM Barru; Widya Dewi Hastuti, S.E., Demisioner Ketua Bidang IMMawati DPD IMM Sulawesi Selatan; serta Devi Annisa, S.M., M.M., Ketua Bidang IMMawati DPD IMM Sulawesi Selatan.
Keberhasilan penyelenggaraan Diksuswati I juga tidak lepas dari peran aktif Steering Committee yang mengawal substansi kaderisasi. Tim ini terdiri dari Safitri sebagai Koordinator Steering, Sulfika sebagai Sekretaris Steering, Nur Amilah Shalihah sebagai Imamah, serta Fatimah Milda Nurul Insan, Andi Ummul Resky Lutfiah, Nurfaidah, dan Nur Shalshabilah Hakim sebagai anggota. Sementara itu, kepanitiaan atau Organizing Committee dipimpin oleh Sulfika, yang juga menjabat Ketua Bidang IMMawati PC IMM Barru. Ia didampingi oleh Nisa Salsabila sebagai Sekretaris Panitia dan Nurul Awalia sebagai Bendahara Panitia. Sinergi antara Steering Committee, Organizing Committee, narasumber, dan peserta menjadi fondasi utama terselenggaranya kaderisasi secara optimal.
Diksuswati I diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari berbagai komisariat IMM di Kabupaten Barru. Meskipun jumlah peserta terbilang terbatas, penyelenggara berpandangan bahwa forum dengan skala yang lebih kecil justru memungkinkan proses pembelajaran yang lebih intensif, dialog yang lebih mendalam, serta pendampingan yang lebih efektif. PC IMM Barru meyakini bahwa keberhasilan kaderisasi tidak semata diukur dari kuantitas peserta, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan. Sejarah organisasi kerap membuktikan bahwa perubahan signifikan lahir dari kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai perjuangan.
Melalui Diksuswati I, PC IMM Barru menegaskan komitmennya untuk membangun tradisi kaderisasi perempuan yang berkelanjutan, progresif, dan berorientasi pada kualitas. Revitalisasi spirit IMMawati diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata yang melahirkan kader perempuan Muhammadiyah yang kritis dalam berpikir, kokoh dalam ideologi, berani menyampaikan gagasan, serta militan dalam menggerakkan perubahan demi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





