Muhammadiyah dan Ma'had Mohammed VI Perkuat Jejaring Global untuk Pendidikan Ulama

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, Rabu, 15 Juli 2020 - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengukuhkan kembali komitmennya dalam memperluas jaringan kerja sama internasional di sektor pendidikan Islam. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah. Acara seremonial tersebut berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat.
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, dan Direktur Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah, Syaikh Abderrachim Al Amine, merupakan bentuk pembaruan dari kemitraan yang telah terjalin sebelumnya. Dalam sambutannya, Syafiq A. Mughni menjelaskan bahwa Ma’had Mohammed VI berfokus pada pelestarian, pembelajaran, dan penelitian ilmu-ilmu Al-Qur’an serta qira’at. Namun, ia menekankan bahwa cakupan studinya tidak terbatas pada pemahaman Al-Qur’an dalam arti sempit.
“Tentu studi tujuannya tidak hanya studi Quran dalam arti yang sempit, tetapi sangat luas meliputi berbagai macam cabang ilmu pengetahuan,” ujar Syafiq.
Syafiq A. Mughni menambahkan bahwa kolaborasi ini bukanlah hal baru, mengingat sejumlah program telah berjalan pada periode sebelumnya. Oleh karena itu, penandatanganan MoU kali ini menjadi momentum penting untuk memperbarui sekaligus memperluas ruang lingkup kemitraan. Ia berharap kerja sama ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia.
“Mudah-mudahan kerja sama ini semakin membuka peluang dalam pengiriman mahasiswa kita untuk belajar di sana, sekaligus mengembangkan berbagai program akademik seperti seminar, konferensi, hingga penelitian bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafiq A. Mughni menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian integral dari agenda internasionalisasi Muhammadiyah. Dalam konteks ini, pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman menjadi pilar utama yang terus diperkuat. Ia juga menyoroti bahwa ekosistem pendidikan Al-Qur’an telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ribuan amal usaha Muhammadiyah, mulai dari sekolah, madrasah, perguruan tinggi, hingga masjid-masjid di seluruh Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, Muhammadiyah menargetkan untuk mencetak lebih banyak ulama, akademisi, dan pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan tinggi, tetapi juga berwawasan global. Mereka diharapkan mampu membimbing umat Islam di Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Dengan demikian, kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Muhammadiyah akan terus berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus mencetak kader-kader yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tegas Syafiq.
Kemitraan strategis ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus membangun sinergi dengan berbagai institusi pendidikan Islam global. Tujuannya adalah memperkuat kualitas pendidikan keislaman, mendorong inovasi akademik, serta menyiapkan generasi ulama dan intelektual Muslim yang adaptif terhadap tantangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam berkemajuan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





