MLC Muhammadiyah Sulsel Dampingi Proses Pengislaman Mualaf, Disaksikan Ribuan Santriwati Aisyiyah

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Mualaf Learning Center Muhammadiyah (MLC-M), unit Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, telah mendampingi proses pengislaman seorang perempuan bernama Gusti Ayu Putu Sudiani. Acara sakral ini berlangsung di Masjid Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin (PPUM) Aisyiyah Sulsel pada Sabtu, 23 Mei 2026, disaksikan oleh sekitar 1.000 santriwati. Dalam kesempatan tersebut, Gusti Ayu Putu Sudiani resmi memeluk agama Islam dan memilih nama baru: Fatimah Az-Zahra.
Pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung khidmat di kompleks pesantren, dihadiri oleh pengurus MLC-M dan jajaran PPUM Aisyiyah Sulsel. Fatimah Az-Zahra menegaskan keputusannya memeluk Islam murni atas kesadaran pribadi, tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Dra. Masriwaty Malik M.Th.I, Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel, menyampaikan bahwa momen ini sangat berkesan bagi santriwati. Mereka mendapat pengalaman spiritual menyaksikan langsung seseorang memilih Islam dengan kesadaran penuh. "Menjadi saksi seorang mengucapkan dua kalimat syahadat di PPUM merupakan pengalaman yang tidak bisa dibandingkan dengan acara seremonial apa pun," tutur Masriwaty.
Ia menambahkan, kehadiran santri bukan sekadar untuk menyaksikan. Lebih dari itu, prosesi ini menjadi ajang refleksi guna memperkuat keimanan dan memperbarui semangat keislaman mereka. "Allah SWT memberi kesempatan PPUM sebagai tempat hidayah itu turun, maka jangan sampai kita menyianyiakannya," tegasnya. Masriwaty turut mengapresiasi pendekatan dakwah MLC-M LDK PWM Sulsel. Ia menilai lembaga ini berhasil menghadirkan pembinaan keagamaan yang relevan dan dekat dengan generasi muda.
Tauhid S.Ag., M.Pd., Direktur Mualaf Learning Center Muhammadiyah LDK PWM Sulsel, menjelaskan bahwa pengislaman ini merupakan agenda kedua sejak MLC-M dikukuhkan. Ia merasa prosesi kali ini sangat istimewa karena disaksikan langsung oleh ribuan santriwati. "Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena melalui lembaga ini kami bisa membantu orang-orang menjemput hidayah Allah SWT," ucap Tauhid.
Ia menambahkan, para santri tidak hanya menjadi saksi, melainkan juga turut mendoakan Fatimah Az-Zahra setelah resmi menjadi muslimah. MLC-M berkomitmen memberikan pembinaan akidah dan pendampingan keislaman secara berkelanjutan kepada para mualaf. "Kami berharap saudari Fatimah Az-Zahra menjadi muslimah yang taat, kaffah, dan istiqamah dalam akidah Islam," harapnya.
MLC-M juga telah menjadwalkan agenda pengislaman selanjutnya pada Senin, 1 Juni 2026, di Masjid At-Tanwir Pusdamwil Muhammadiyah Sulawesi Selatan, setelah salat zuhur. Tauhid tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada Ikhsan, penanggung jawab pembinaan kerohanian di Mall Town Square Makassar, atas bantuannya dalam proses pendampingan hingga pengislaman ini terlaksana.
Suasana haru bercampur sukacita menyelimuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran ribuan santriwati diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai dakwah, kepedulian, dan toleransi di kalangan generasi muda Muhammadiyah melalui pengalaman spiritual ini.




