Milad ke-40 Ummul Mukminin 'Aisyiyah Sulsel: Refleksi Empat Dekade Pesantren Unggul

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin 'Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan memulai rangkaian perayaan Milad ke-40 tahun. Acara ini dipusatkan di area Pondok Pesantren Ummul Mukminin, Jalan KH. Abd. Jabbar Asyiry, Sudiang, Makassar, dengan mengusung tema "Melintasi Generasi, Menguatkan Komitmen Pesantren Unggul dan Berkemajuan".
Ketua Panitia Milad ke-40, Hj. Magfirah Mustamin, menjelaskan bahwa kegiatan semarak ini dijadwalkan berlangsung dari Sabtu, 16 Mei hingga puncaknya pada Ahad, 28 Juni 2026. "Perhelatan akbar ini menyajikan berbagai program menarik yang memadukan kepedulian sosial, kebersamaan, dan pengembangan intelektual," ujarnya.
Kemeriahan telah diawali pada Sabtu, 16 Mei 2026, dengan aksi kemanusiaan berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah. Selanjutnya, pada Ahad, 17 Mei 2026, digelar pawai gerak jalan santai yang diikuti antusias oleh keluarga besar pesantren, disusul pembukaan bazar dan pameran yang masih berlangsung hingga Senin, 18 Mei 2026.
Rangkaian perayaan milad akan berlanjut pada akhir bulan depan, meliputi berbagai perlombaan pada 26-30 Juni 2026, Seminar Pendidikan pada 27 Juni 2026, serta ditutup dengan Resepsi Puncak Milad pada 28 Juni 2026. Hj. Magfirah Mustamin berharap, "Semoga ikhtiar dan usaha ini, berjalan sukses, meriah, khidmat dan penuh keakraban bersama seluruh elemen."
Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I., selaku Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, menyatakan bahwa Milad ke-40 ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan tonggak sejarah untuk meneguhkan kembali visi pesantren. "Usia empat dekade menjadi pembuktian konsistensi Ummul Mukminin dalam melahirkan generasi perempuan dan kader yang tangguh, berwawasan luas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa," tegasnya.
Lebih lanjut, Dra. Masriwaty Malik menyebut acara ini sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada Allah SWT. "Wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan: nikmat ilmu, nikmat ukhuwah, nikmat keselamatan dan nikmat karena pesantren ini masih tumbuh dan terus berkembang," paparnya. Ia menambahkan, "Memperbarui rasa syukur, syukur bukan hanya di lisan, tapi diwujudkan dengan menjaga amanah ilmu, menjaga adab, dan menjaga nama baik pesantren."
Ia juga menekankan pentingnya menguatkan persaudaraan. "Melalui lomba, pentas seni, dan bakti sosial, semoga ukhuwah antara santri, asatidz, dan seluruh elemen semakin erat. Karena kekuatan pesantren ada pada kebersamaan," jelasnya. Momentum ini juga diharapkan membangkitkan semangat gotong-royong serta mempertahankan pesantren unggul berkemajuan. "Suksesnya acara ini bukan pada meriahnya, tapi alhamdulillah tertanamnya nilai syukur, kebersamaan, dan semangat kita semua," harap Dra. Masriwaty Malik.
Secara terpisah, Ketua Badan Pembina Ummul Mukminin, Prof. Hj. St. Aisyah Kara, MA.,Ph.D, mengapresiasi semarak Milad ke-40 tahun ini. "Salah satu tujuan milad ini sebagai momentum refleksi historis untuk mengenang kembali sejarah perjuangan para pendiri serta perjalanan panjang pondok pesantren dalam dunia dakwah dan pendidikan," ungkapnya. Ia menambahkan, milad ini juga menjadi "penguatan capaian yang telah diraih sekaligus meneguhkan kembali visi, misi, dan komitmen bersama." Prof. Aisyah Kara juga menyoroti bahwa Milad ke-40 ini merupakan refleksi perjalanan Ummul Mukminin yang "alhamdulillah terus mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk mendidik puteri-puterinya menjadi ilmuwan, ulama perempuan dan pemimpin masa depan."
Melalui acara semarak milad ini, ia berharap kegiatan berjalan khidmat dan penuh kekeluargaan. "Melalui kemitraan yang kuat antara santriwati, tenaga pendidik, alumni, dan masyarakat luas, rangkaian acara ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen pesantren sebagai amal usaha Aisyiyah yang unggul, modern, dan berkemajuan di Indonesia Timur," pungkasnya.




