Mengukuhkan Peran TK ABA Semesta sebagai Pilar Pendidikan dan Perkaderan Persyarikatan

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa keberadaan Taman Kanak-kanak (TK) ABA Semesta harus dimaknai sebagai kebanggaan yang substansial, bukan sekadar kebanggaan semu. Kebanggaan ini mesti terwujud melalui kontribusi nyata dalam dakwah, pendidikan, dan perkaderan di lingkungan Muhammadiyah-'Aisyiyah. Penegasan tersebut disampaikan Noordjannah saat membuka kegiatan Baitul Arqam (BA) Pegawai TK ABA Semesta pada Senin (6/7), yang mengusung tema “Penguatan Ideologi dan Etos Kerja Pegawai dalam Berkhidmat di ABA Semesta.”
Noordjannah, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) ABA Semesta, menjelaskan bahwa kelahiran TK ABA Semesta tidak terlepas dari jejak sejarah panjang dan peran sentral para tokoh 'Aisyiyah dalam mengembangkan pendidikan Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal (TK ABA) sejak tahun 1919. Semangat kebangsaan dan dakwah yang telah mengakar kuat ini menjadi ruh perjuangan 'Aisyiyah hingga kini. “Jadi 'Aisyiyah itu dalam sejarahnya, bikin mars saja sudah sangat nasionalis. Termasuk juga bagaimana ia mendirikan ABA,” ujarnya.
Lebih lanjut, Noordjannah menekankan bahwa ABA Semesta diharapkan menjadi representasi nyata dari visi dan misi Muhammadiyah-'Aisyiyah di abad kedua. Ia juga mengingatkan para pengajar di ABA Semesta untuk memiliki posisi yang strategis sebagai guru di sekolah unggulan. Oleh karena itu, kehadiran ABA Semesta harus senantiasa menjadi sumber inspirasi bagi ribuan TK ABA lain yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “ABA Semesta harus menjadi virus kebaikan yang mampu menginspirasi sekolah-sekolah ABA lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, “ABA Semesta ini bukanlah sekadar rumah kecil, tapi telah tergabung kedalam rumah besar persyarikatan. Maka kita patut bersyukur karena cikalnya sudah pas, sebab guru-gurunya merupakan kader murni persyarikatan. Karena itu kita harus memiliki positioning yang baik, berkhidmat bersama untuk persyarikatan. Insyaallah Tuhan akan terus berikan jalan,”
Sementara itu, Rektor Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) sekaligus Koordinator Penerimaan Peserta Didik Baru TK ABA Semesta, Warsiti, menyampaikan harapannya agar ABA Semesta terus tumbuh dan berkembang. Ia berharap lembaga ini dapat berfungsi sebagai sarana penguatan dakwah Muhammadiyah-'Aisyiyah, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan, khususnya di jenjang anak usia dini. “Dengan bimbingan UNISA Yogyakarta, semoga ABA Semesta dapat terus menguatkan dakwah UNISA dan persyarikatan, serta memberi manfaat bagi dunia pendidikan, utamanya pendidikan usia dini di negeri ini,” tutur Warsiti.
Mengakhiri pidato kuncinya, Noordjannah kembali menegaskan bahwa keberadaan TK ABA Semesta perlu terus dijaga dan dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat dakwah dan menjadikannya pionir serta pelopor bagi lahirnya amal usaha Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan. Dengan mengusung tagline “Pray, Play, Lead The Future,” TK ABA Semesta diharapkan mampu mencetak kader-kader unggulan Muhammadiyah sejak usia dini. “Jadi, itulah yang dimaksud dengan ekosistem perkaderan di Muhammadiyah,” pungkas Noordjannah.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





