LLHPB 'Aisyiyah Gelar Rakornas, Perkuat Pemetaan Gerakan Lingkungan dan Bencana Nasional

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 4 Juli 2023 - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah baru-baru ini menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara hibrida dari kantor pusatnya di Yogyakarta. Pertemuan penting ini bertujuan untuk mengonsolidasikan gerakan nasional, meninjau kemajuan program, mengintensifkan kolaborasi antarwilayah, serta merumuskan strategi guna menuntaskan amanah Muktamar menjelang Tanwir dan Muktamar 'Aisyiyah ke-49 pada tahun 2027.
Rahmawati Husein, Ketua LLHPB PP 'Aisyiyah, menjelaskan bahwa Rakornas berfungsi sebagai platform krusial untuk mendokumentasikan dinamika gerakan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana yang telah diimplementasikan oleh LLHPB di berbagai daerah di Indonesia. Ia menambahkan, "Rakornas yang kedua ini bertujuan mengetahui capaian apa saja yang sudah dilakukan oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana 'Aisyiyah di seluruh Indonesia. Harapannya, melalui laporan ini kita bisa memahami gerak langkah lembaga, sekaligus menjadi bahan pelaporan untuk Tanwir kedua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah pada Desember mendatang."
Melalui forum ini, LLHPB berupaya memastikan bahwa seluruh pimpinan wilayah dapat menyelesaikan program-program prioritas dalam sisa periode kepengurusan, sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam menghadapi isu-isu lingkungan dan kebencanaan. "Yang terpenting, kita bisa saling memotivasi, saling menguatkan, dan saling mengingatkan apa yang bisa kita lakukan bersama sesuai keputusan Muktamar dan tujuan besar 'Aisyiyah untuk ikut terlibat dalam merespons persoalan-persoalan lingkungan, baik di Indonesia maupun secara global," imbuh Rahmawati. Rahmawati juga menyoroti bahwa dari 35 LLHPB Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah, sebanyak 28 di antaranya telah menyerahkan laporan pemetaan kelembagaan. Namun, laporan capaian program baru diterima dari 19 wilayah. Ia menekankan pentingnya kelengkapan laporan dari seluruh wilayah agar seluruh dinamika gerakan LLHPB dapat terekam secara menyeluruh untuk keperluan evaluasi organisasi.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, menggarisbawahi signifikansi strategis Rakornas ini. Ia menyatakan bahwa 'Aisyiyah kini berada di tahun terakhir masa kepemimpinan sebelum Muktamar ke-49 yang dijadwalkan pada tahun 2027. Oleh karena itu, seluruh program yang ditetapkan dalam Muktamar ke-48 harus dipastikan terlaksana secara optimal demi memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Mari kita lihat program-program apa saja yang belum terlaksana, masalah apa saja yang masih menjadi kendala, kemudian kita rumuskan rencana tindak lanjutnya agar ketertinggalan yang ada bisa segera dikejar," tegas Masyitoh.
Masyitoh juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang dikembangkan oleh LLHPB sebagai respons terhadap kebutuhan komunitas, termasuk program-program yang muncul di luar keputusan Muktamar. Menurutnya, hal ini mencerminkan kapabilitas 'Aisyiyah dalam memahami perubahan zaman dan menawarkan solusi atas kompleksitas isu lingkungan hidup serta kebencanaan. Dalam arahannya, Masyitoh mengingatkan bahwa kiprah LLHPB 'Aisyiyah tidak terlepas dari identitas 'Aisyiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, gerakan perempuan berkemajuan, gerakan amal, gerakan ilmu, serta gerakan kebangsaan dan kemanusiaan universal. Untuk itu, penguatan kapasitas organisasi harus senantiasa diupayakan melalui peningkatan pengetahuan, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan inovasi di bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. "Sharing best practice dari berbagai wilayah menjadi sangat penting. Dari sana kita dapat melihat wilayah yang dapat menjadi role model sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya. Mudah-mudahan Rakornas ini menghasilkan sesuatu yang sangat bermakna untuk kita semua," tuturnya.
Dengan terselenggaranya Rakornas ini, LLHPB PP 'Aisyiyah menaruh harapan besar akan terwujudnya konsolidasi yang lebih kokoh di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjadikan praktik-praktik terbaik, inovasi, dan pengalaman dari setiap wilayah sebagai sumber inspirasi kolektif dalam memajukan gerakan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Pada akhirnya, LLHPB diharapkan mampu menunaikan amanah Muktamar serta memperluas peran 'Aisyiyah dalam membangun ketahanan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan, sebagai manifestasi dari dakwah kemanusiaan berkemajuan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





