Pikom IMM FKIP Unismuh Makassar Lantik Pengurus Baru, Perkuat Gerakan dengan Kepemimpinan Elevatif

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Pikom IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar telah sukses menyelenggarakan Pelantikan Taruna Pimpinan (TARPIM) dan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) pada Ahad, 5 Juli 2026. Acara penting ini berlangsung di Balai Sidang Lantai 2 Unismuh Makassar, menandai dimulainya periode kepengurusan 2026-2027.
Kegiatan tersebut menjadi fondasi awal bagi pengurus baru untuk memperkokoh komitmen organisasi, menyelaraskan visi gerakan, serta merancang kebijakan strategis. Fokus utama yang diusung adalah pengembangan kepemimpinan yang elevatif, visioner, dan transformatif.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pikom IMM FKIP Unismuh Makassar, Muh Farel, menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yang dipicu oleh kemajuan teknologi, dinamika perubahan sosial, dan krisis nilai. Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki peran krusial untuk menghadirkan gerakan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kader.
Farel menegaskan pentingnya model kepemimpinan yang berdaya ungkit. “Kepemimpinan yang dibutuhkan hari ini adalah kepemimpinan elevatif, yaitu kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian program kerja, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas manusia di dalam organisasi. Pemimpin harus mampu membesarkan kader, menciptakan ruang tumbuh, dan membangun budaya kolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan elevatif berlandaskan pada tiga pilar utama: intelektualitas, spiritualitas, dan humanitas. Intelektualitas menjadi dasar untuk menumbuhkan budaya literasi, riset, dan tradisi berpikir kritis. Spiritualitas berfungsi sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah organisasi, sementara humanitas membentuk karakter kepemimpinan yang menghargai potensi dan martabat setiap kader.
Lebih lanjut, Farel menekankan bahwa visi organisasi harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar slogan. “IMM FKIP harus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, progresif dalam gerakan intelektual, kokoh dalam nilai-nilai keislaman, serta responsif terhadap persoalan mahasiswa dan dunia pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Kota Makassar, Firman Karim, mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan gerakan IMM. “Kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Jadikan kepengurusan ini sebagai ruang belajar, ruang berproses, dan ruang melahirkan kader-kader yang mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” pesannya.
Apresiasi terhadap semangat kader IMM FKIP turut disampaikan oleh Wakil Dekan IV FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Abdurrahman. Ia memandang organisasi kemahasiswaan sebagai wadah strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan. “Melalui IMM, mahasiswa tidak hanya belajar mengelola organisasi, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” kata Abdurrahman.
Setelah prosesi pelantikan, agenda dilanjutkan dengan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM). Forum ini menjadi platform strategis untuk menyusun arah kebijakan dan rancangan program kerja organisasi selama satu periode ke depan, dengan mengedepankan prinsip kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan bagi kader serta masyarakat luas.
Melalui sinergi TARPIM dan RAKERPIM ini, Pikom IMM FKIP Unismuh Makassar diharapkan dapat mewujudkan organisasi yang visioner, elevatif, dan transformatif, menjadikan intelektualitas sebagai budaya berpikir, spiritualitas sebagai arah perjuangan, dan humanitas sebagai karakter utama kepemimpinan kadernya.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





