Memahami Batasan Doa dalam Sujud Salat: Perspektif Tarjih Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, YOGYAKARTA - MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - Salat merupakan salah satu bentuk ibadah mahdlah yang pelaksanaannya harus selaras dengan tuntunan Rasulullah SAW. Setiap gerakan dan bacaan di dalamnya memiliki ketetapan syariat yang tidak boleh diubah atau ditambahi, sebagaimana sabda Nabi SAW, "...dan salatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku salat."
Sujud, sebagai salah satu rukun salat, memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Rasulullah SAW bersabda, "keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa." Hadis ini mengindikasikan bahwa setiap sujud dalam salat, termasuk sujud terakhir, adalah momen yang tepat untuk melantunkan doa. Namun, frasa "maka perbanyaklah" (fa-aktsiru) dalam hadis tersebut dimaknai sebagai anjuran untuk mengulang-ulang bacaan doa sujud yang telah disyariatkan, bukan untuk menambahkan doa-doa lain di luar tuntunan.
Adapun bacaan doa sujud yang lazim dibaca oleh Rasulullah SAW antara lain:
- ุณูุจูุญูุงูููู ุงูููููู ูู ุฑูุจููููุง ูู ุจูุญูู ูุฏููู ุงูููููู ูู ุงุบูููุฑูููู
- ุณูุจูุญูุงูู ุฑูุจูููู ุงููุฃูุนูููู
- ุณูุจููููุญู ููุฏููููุณู ุฑูุจูู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ูู ุงูุฑููููุญู
Dari ketiga pilihan tersebut, Rasulullah SAW disebutkan selalu membaca doa yang pertama, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Menambah Bacaan Sujud
Penambahan doa di luar bacaan sujud yang disyariatkan tidak diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW, "sesungguhnya salat ini tidak boleh ada di dalamnya sesuatu dari perkataan manusia. Sesungguhnya ia adalah tasbih, takbir dan bacaan al-Qurโan."
Lebih lanjut, memanjangkan sujud terakhir dengan menambahkan doa-doa di luar bacaan salat juga tidak dianjurkan. Dalil menunjukkan bahwa durasi antara satu rukun salat dengan rukun lainnya, termasuk sujud, memiliki rentang waktu yang relatif sama. Sahabat Nabi SAW, al-Baraโ, meriwayatkan, "Adalah salat Rasulullah saw, rukuknya, iktidalnya, sujud-sujudnya dan duduk di antara dua sujud itu (rentang waktunya) hampir sama."
Ibn Baththal dalam karyanya, Syarแธฅ Shaแธฅiแธฅ al-Bukhari li ibn Baththal, menjelaskan bahwa durasi sujud dan rukuk Nabi SAW bisa berbeda antara salat berjamaah dan salat sendiri. Saat salat berjamaah, durasinya cenderung tidak terlalu lama. Namun, ketika salat sendiri, beliau diperbolehkan memanjangkan rukuk dan sujud dengan mengulang-ulang bacaan yang telah ditetapkan. Meskipun demikian, belum ditemukan dalil spesifik yang menyatakan bahwa Nabi SAW pernah memanjangkan sujud pada rakaat terakhir secara khusus dengan doa tambahan.
Menambah Bacaan Doa Sujud dalam Hati
Menanggapi persoalan ini, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 'Aabidah Ummu 'Aziizah, menegaskan bahwa penambahan doa sujud, bahkan jika dilakukan dalam hati, tidak diperkenankan. Ibadah mahdlah seperti salat memiliki sifat yang sangat sensitif, sehingga seluruh tuntunannya harus benar-benar diselaraskan dengan Al-Qur'an dan Hadis.
"'Kata โfa-aktsiruโ dalam hadis tentang sujud itu, kan, bukan โmenambahโ tapi โmemperbanyakโ dengan โmengulang-ulangโ bacaan sujud yang telah ada tuntunannya. Karena persoalan ibadah mahdlah ini begitu sensitif, khawatir bila melakukan inovasi justru akan membatalkan salat kita,' ujar 'Aabidah pada Jumat, 12 Mei."
Alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah ini menyarankan agar doa-doa yang bersifat lebih spesifik dapat diucapkan di luar konteks ibadah salat. "'Lebih baik kalau sekiranya ada doa yang lain, bisa disampaikan setelah salat atau di waktu-waktu khusus yang lain seperti waktu di antara azan dan iqamat, selepas salat tahajud,' anjur 'Aabidah."
Selain itu, 'Aabidah juga menekankan pentingnya bagi umat muslim untuk memahami makna dari setiap bacaan salat. Hal ini bertujuan agar ibadah salat dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan. "'Kenapa kita harus tahu arti bacaan salat, ya salah satunya agar dirasakan oleh hati. Cuman karena nggak ngerti, akhirnya bacaan salat kita sebatas hafalan, bukan renungan,' tambahnya."
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





