MDMC PP Muhammadiyah Gencarkan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Lingkungan Sekolah

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 13 Juli 2020 - Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah baru-baru ini menyelenggarakan webinar Fortasi 2026. Kegiatan daring ini mengangkat tema “Gembira Berkarya untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana,” bertujuan utama memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
Webinar yang berlangsung pada Senin, 13 Juli, menghadirkan perwakilan dari berbagai sekolah Muhammadiyah di sejumlah daerah. Mereka berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengimplementasikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di institusi masing-masing.
Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, dalam sambutannya menekankan bahwa upaya membangun budaya kesiapsiagaan di sektor pendidikan merupakan tugas kolektif yang berkelanjutan. Ia menyoroti data bahwa hingga kini, lebih dari 4.000 sekolah telah mengalami dampak bencana, yang berarti ribuan peserta didik masih memerlukan lingkungan belajar yang aman dan resilien.
“Setiap daerah dan setiap sekolah memiliki ancaman bencana yang berbeda-beda. Karena itu, penyebarluasan informasi mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting agar seluruh warga sekolah mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujar Budi Setiawan.
Lebih lanjut, Budi Setiawan menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi pengalaman berharga dalam mengembangkan program SPAB. Ia berharap, beragam praktik baik yang dipresentasikan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan.
Para narasumber yang terlibat dalam webinar ini berasal dari SMK Muhammadiyah 3 Metro Lampung, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi, SMP Muhammadiyah Prambanan Sleman, SD Muhammadiyah Al-Kautsar Sruweng Kebumen, serta SD Muhammadiyah Pahandut Kota Palangka Raya. Sesi berbagi pengalaman ini memberikan gambaran konkret kepada peserta mengenai adaptasi program kesiapsiagaan bencana sesuai dengan karakteristik ancaman di wilayah masing-masing.
Melalui inisiatif Fortasi 2026, MDMC menaruh harapan besar agar sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin cakap dalam mengidentifikasi risiko bencana, merancang langkah-langkah mitigasi yang efektif, serta menumbuhkan budaya keselamatan di seluruh lingkungan pendidikan. Penguatan kapasitas satuan pendidikan ini dipandang sebagai fondasi krusial untuk mewujudkan sekolah yang tangguh dan melindungi peserta didik dari berbagai risiko bencana di masa mendatang.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





