LAZISMU Makassar Hadirkan Program 'Pak Kumis' untuk Kurban Inklusif di Iduladha 1447 H

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - LAZISMU Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam semangat berbagi yang inklusif dengan meluncurkan program unggulan "Pak Kumis" (Paket Kurban untuk Wilayah Kumuh dan Masyarakat Miskin) pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Inisiatif ini bertujuan menjangkau masyarakat miskin yang selama ini kesulitan akses bantuan, khususnya di kawasan kumuh, lorong padat penduduk, serta wilayah kepulauan terpencil di Makassar, memastikan distribusi daging kurban lebih merata.
Kepercayaan publik terhadap pengelolaan kurban LAZISMU Makassar terus menguat, ditandai dengan bergabungnya 51 masjid di Kota Makassar yang mempercayakan penyaluran hewan kurban kepada lembaga ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencegah penumpukan distribusi daging kurban di pusat kota, sekaligus memperluas jangkauan manfaatnya hingga ke pulau-pulau, lorong-lorong sempit, dan area marginal yang sebelumnya jarang terlayani.
Muhammad Imaduddin, Manager Area LAZISMU Makassar, menjelaskan bahwa "Pak Kumis" dirancang untuk memastikan penerima manfaat merasakan kebahagiaan Iduladha tanpa perlu antre panjang atau mengekspresikan kondisi ekonomi mereka di muka umum. "Kami ingin memastikan kebahagiaan Iduladha dirasakan saudara-saudara kita di wilayah pinggiran, gugusan pulau, lorong-lorong sempit, dan permukiman kumuh," kata Imaduddin pada Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menambahkan, dengan dukungan dari masjid-masjid Muhammadiyah dan masjid binaan Muhammadiyah, jangkauan manfaat kurban tahun ini akan lebih luas dan tepat sasaran. "Masyarakat tidak perlu menunjukkan wajah kemiskinannya di depan khalayak publik dan tidak perlu antre panjang menunggu pembagian daging. Kami antarkan langsung ke depan pintu rumah mereka," tegasnya.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, LAZISMU Makassar mengusung dua misi utama. Misi pertama adalah program "Pak Kumis" yang berfokus pada distribusi langsung daging segar kepada masyarakat di wilayah kumuh, guna memenuhi kebutuhan gizi jangka pendek secara merata.
Misi kedua adalah "Kurban untuk Ketahanan Pangan", di mana sebagian hewan kurban akan dikelola secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang, khususnya bagi warga prasejahtera yang rentan krisis pangan. Sasaran distribusi "Pak Kumis" mencakup kawasan padat penduduk di pinggiran kota, keluarga dhuafa dengan sanitasi minim, lansia, dan penyandang disabilitas di wilayah terpencil.
LAZISMU Makassar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus masjid dan para pekurban atas kepercayaan yang diberikan. Dengan tata kelola yang transparan dan profesional, diharapkan ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga solusi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan senyum sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat yang membutuhkan," pungkas Imaduddin.




