KKNMAs Bantu Tujuh UMKM Bodean Krajan Akses Google Maps dan QRIS

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MALANG - Kelompok 14 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKNMAs) 2026 membantu tujuh usaha di Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Kabupaten Malang, mengakses layanan digital. Enam UMKM menerima pendampingan Google Maps, sedangkan satu usaha mendapat bantuan pembuatan QRIS.
Kegiatan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026. Mahasiswa mendatangi pemilik usaha untuk mendata penggunaan layanan digital serta membantu pelaku UMKM yang belum memahami proses pendaftaran lokasi usaha dan pembayaran nontunai.
Enam usaha yang mendapat bantuan pendaftaran atau pendampingan Google Maps adalah Kedai Ungu, Es Campur Soda Gembira, Warung Masakan Sederhana Ibu Suharwatin, Sae Data, Bu Djum Kentang, dan Toko Sederhana. Bantuan pembuatan QRIS diberikan kepada usaha Es Lupis Cenil.
Dalam pelaksanaannya, anggota Kelompok 14 dibagi menjadi tiga tim agar pendataan dapat menjangkau lokasi usaha yang tersebar di dusun tersebut. Mereka berangkat dari posko perempuan dan kembali ke tempat yang sama untuk mengevaluasi pekerjaan serta mengoordinasikan hasil kunjungan.
Pendataan menunjukkan sebagian usaha sudah menggunakan QRIS atau memiliki lokasi di Google Maps. Karena itu, pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemilik usaha, terutama bagi mereka yang belum mengetahui prosedur penggunaan layanan tersebut.
“Terima kasih kepada adik-adik KKNMAs Kelompok 14 yang sudah membantu membuatkan Google Maps untuk warung saya,” ujar Suharwatin, seperti dikutip Khittah.co. Pemilik warung tersebut berharap keberadaan lokasi usahanya di layanan peta membuat calon pelanggan lebih mudah menemukannya.
Personel Kelompok 14, Nurul Aulia Warahmah, menjelaskan pada 27 Agustus 2026 bahwa pendaftaran lokasi usaha merupakan cara untuk membantu UMKM memperluas jangkauan informasi. Ia berharap layanan yang telah diperkenalkan tetap dimanfaatkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
Pendampingan ini menghasilkan akses layanan yang dapat digunakan pemilik usaha untuk menampilkan lokasi dan menyediakan pilihan pembayaran. Sumber belum melaporkan perubahan omzet atau jumlah pelanggan setelah kegiatan, sehingga manfaat ekonomi lanjutan masih menjadi harapan para pelaku usaha.
Program di Toyomarto tersebut memperlihatkan bentuk pengabdian KKNMAs yang langsung menyasar kebutuhan pemilik usaha. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan fungsi teknologi, tetapi mendampingi proses penggunaannya pada usaha yang telah didata di lapangan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





