Kiai Saad Ibrahim Tegaskan Kekuasaan sebagai Amanah Ilahiah yang Akuntabel

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 15 Juli 2023 - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menegaskan bahwa kekuasaan yang sesungguhnya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan langsung kepada Allah SWT. Ia menyoroti bahwa kekuasaan yang tunduk pada kepentingan elite atau intervensi pihak asing sejatinya telah kehilangan esensi dan kemandiriannya, menjadikannya sekadar alat bagi kehendak pihak-pihak yang memberinya kekuasaan.
Pandangan ini disampaikan Kiai Saad dalam tausiah yang disiarkan melalui kanal tvMu pada Rabu (15/7). Ia mengutip pemikiran pembaru Islam terkemuka, Jamaluddin al-Afghani (1838-1897), yang tercatat dalam buku "Zuβamaβ al-Ishlah fi al-βAshr al-Hadits" karya sejarawan Mesir Ahmad Amin. "Penguasa yang tunduk pada kepentingan elite atau intervensi asing sesungguhnya telah kehilangan kekuatan dan kekuasaannya. Keberadaannya hanya bersifat semu dan ia hanya menjalankan kehendak pihak yang memberinya kekuasaan," demikian kutip Kiai Saad, menegaskan kembali pentingnya independensi dalam kepemimpinan.
Lebih lanjut, Kiai Saad menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berpikir rasional. Kepemimpinan yang kokoh juga harus didukung oleh kedalaman spiritual, sehingga setiap keputusan yang diambil merupakan hasil perpaduan antara akal sehat dan hati yang jernih. Menurutnya, perpaduan ini akan membentuk pribadi yang merdeka dalam berpikir, tidak mudah didikte oleh kepentingan siapa pun, melainkan semata-mata demi menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Ia mengingatkan bahwa manusia diberi amanah oleh Allah SWT sebagai khalifah fil ardh, pemimpin di muka bumi. Namun, amanah ini harus disertai kesadaran penuh bahwa hakikat seluruh kekuasaan tetap berada di tangan Allah SWT. "Kekuasaan yang Allah berikan kepada manusia niscaya akan diambil kembali sewaktu-waktu oleh Allah," ujar Kiai Saad, menekankan sifat sementara kekuasaan duniawi. Ia merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 26, yang secara tegas menyatakan bahwa seluruh kerajaan dan kekuasaan adalah milik-Nya, dan Allah memberikan serta mencabut kekuasaan dari siapa pun yang Dia kehendaki. "Inilah ajaran teologis yang memberikan dimensi penting dalam memahami kekuasaan," jelasnya.
Oleh karena itu, Kiai Saad menekankan bahwa kekuasaan tidak seharusnya dipandang sebagai simbol kemuliaan pribadi. Kemuliaan sejati sepenuhnya adalah anugerah Allah yang dapat diberikan kepada siapa saja, baik kepada pemimpin maupun rakyat biasa. "Ketika kekuasaan dikelola oleh seseorang yang memiliki pikiran yang cerdas, lalu mampu menimbangnya dengan kedalaman rohani, itulah bentuk kemampuannya dalam melaksanakan amanah," tuturnya.
Mengelola kekuasaan, diakui Kiai Saad, bukanlah perkara yang mudah. Untuk itu, setiap pemimpin wajib senantiasa bersandar kepada Allah SWT agar setiap kebijakan yang diambil selalu berpihak pada kebaikan dan keadilan. "Bukan sekadar formalitas di atas kertas, tetapi juga meresap hingga ke dalam jiwa. Dalam hati, segala urusan senantiasa kita kembalikan kepada Allah," imbuhnya.
Kiai Saad juga mengulas politik sebagai seni mengelola kekuasaan. Ia menegaskan bahwa praktik politik harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai teologis, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kesadaran akan amanah sebagai khalifah di muka bumi. "Politik yang berdasarkan pada dasar teologis, menghargai orang, dan melaksanakan tugas sebagai khalifah dengan baik. Politik seperti itulah yang akan membawa pada kebaikan," tandasnya.
Mengakhiri tausiahnya, Kiai Saad Ibrahim menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan seorang pemimpin bukanlah pujian atau pengakuan dari manusia, melainkan bagaimana amanah kekuasaan tersebut dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. "Baik kekuasaan makro dalam lingkup negara maupun kekuasaan mikro dalam lingkup organisasi atau keluarga, semuanya memiliki pertanggungjawaban kepada Allah," pungkasnya, mengingatkan akan universalitas prinsip pertanggungjawaban ilahiah.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





