Ketua PWM Sulsel Kenang Jejak Sejarah Unismuh Makassar pada Milad ke-63

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., menegaskan bahwa Milad ke-63 Universitas Muhammadiyah Makassar bukan sekadar peringatan usia lembaga, melainkan momentum untuk menengok kembali jejak sejarah panjang kampus sekaligus meneguhkan arah pengabdiannya ke depan. Menurutnya, perjalanan Unismuh Makassar menunjukkan bagaimana Muhammadiyah menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas sebagai bagian dari strategi mencerdaskan umat dan memperkuat kemajuan daerah.
Saat dikonfirmasi pada Kamis, 18 Juni 2026, Prof. Ambo Asse menjelaskan bahwa cikal bakal Unismuh Makassar lahir dari keputusan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Bantaeng. Forum tersebut memandang perlu adanya perguruan tinggi Muhammadiyah di Makassar untuk melanjutkan ekosistem pendidikan yang sebelumnya telah berkembang di tingkat dasar dan menengah pada banyak daerah.
Keputusan itu kemudian diwujudkan melalui pendirian Universitas Muhammadiyah Makassar pada 19 Juni 1963 sebagai cabang Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pendirian tersebut diperkuat oleh Akta Notaris Nomor 71 Tahun 1963 dan disusul pengesahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Keputusan Nomor E.6/098/1963 tertanggal 12 Juli 1963. Tahapan ini, kata Ambo Asse, menandai fondasi formal yang membuat Unismuh tumbuh sebagai lembaga pendidikan tinggi yang sah dan terarah dalam garis perjuangan Persyarikatan.
Ia melanjutkan, perkembangan kampus memasuki babak baru pada 1 Oktober 1965 saat Unismuh Makassar memperoleh izin operasional untuk berdiri mandiri dan terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pada periode awal itu, kegiatan perkuliahan dijalankan di gedung Jalan Ranggong Daeng Romo Nomor 32 Makassar dengan status hak pakai dari pemerintah.
Sejarah penting lainnya terjadi pada Januari 2023 ketika tanah dan bangunan di lokasi awal tersebut resmi diserahkan sepenuhnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Menurut Ambo Asse, penyerahan aset itu memberi arti simbolik sekaligus strategis, karena memperlihatkan pengakuan atas kontribusi panjang Muhammadiyah di bidang pendidikan serta memperkuat legitimasi sejarah perjalanan kampus.
Perjalanan Unismuh kemudian bergerak dari kampus awal di Jalan Ranggong Daeng Romo, berlanjut ke Jalan Mappaoddang, hingga berkembang pada kawasan kampus yang lebih luas di Jalan Sultan Alauddin, Kelurahan Tala Salapang, Makassar. Ekspansi sarana dan kelembagaan tersebut, ujarnya, menjadi fondasi bagi lompatan mutu akademik yang kini dicapai Unismuh.
Salah satu capaian paling penting adalah raihan Akreditasi Institusi Unggul pada 2023. Bagi Prof. Ambo Asse, status itu bukan penghargaan administratif semata, tetapi bukti bahwa penguatan tata kelola, kualitas akademik, dan kapasitas kelembagaan Unismuh berjalan dalam arah yang benar. Dengan capaian itu, posisi Unismuh Makassar sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia Timur semakin kuat.
Ia juga menyoroti ekspansi layanan pendidikan yang terus dilakukan kampus. Memasuki usia ke-63, Unismuh Makassar telah membuka empat program studi spesialis, Program Studi Kedokteran Gigi, serta beberapa program magister baru seperti Magister Hukum Islam, Magister Akuntansi, dan Magister Teknik. Perluasan ini dinilai menunjukkan kemampuan kampus menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan ilmu dan dakwah.
Menurut Ambo Asse, semangat berkemajuan harus terus dijaga agar Unismuh tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Kampus, kata dia, dituntut untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, melahirkan sumber daya manusia unggul, dan mengokohkan perannya dalam mendukung kemajuan Persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.
Milad ke-63 Unismuh Makassar pada akhirnya menjadi titik refleksi sekaligus titik tolak. Refleksi karena kampus ini dibangun lewat keputusan strategis Persyarikatan dan perjuangan panjang lintas generasi. Titik tolak karena tantangan pendidikan tinggi ke depan menuntut Unismuh bergerak lebih maju, lebih unggul, dan lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan maupun Indonesia secara lebih luas.





