Ketua PWA Sulsel Tekankan Krisis Kemanusiaan sebagai Tantangan Dakwah 'Aisyiyah

MUHAMMADIYAH SULSEL, PINRANG - Dr. Mahmudah, M.Hum., Ketua Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa krisis kemanusiaan yang makin kompleks merupakan tantangan utama masyarakat saat ini, bukan lagi buta huruf seperti pada masa awal ‘Aisyiyah berdiri. Oleh karena itu, dakwah kemanusiaan harus terus diperkuat sebagai upaya menciptakan perdamaian di tengah berbagai masalah sosial. Pernyataan ini disampaikannya dalam Pidato Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”. Resepsi Milad Tingkat Wilayah Sulawesi Selatan ini diselenggarakan di Aula Masjid Agung Al-Munawir, Kabupaten Pinrang, pada Ahad, 31 Mei 2026, dengan kehadiran sekitar 2.000 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Mahmudah menyoroti beragam persoalan sosial di Sulawesi Selatan yang masih menjadi tantangan serius. Ia merinci masalah seperti ratusan ribu penduduk miskin, tingginya ketimpangan sosial, peningkatan angka perceraian, kasus kekerasan dalam rumah tangga, serta penyalahgunaan teknologi digital yang meliputi judi online, pornografi, narkoba, dan krisis kesehatan mental. "Apakah perjuangan kita telah selesai? Jawabannya adalah belum. Hari ini tantangan yang kita hadapi bukan lagi buta huruf sebagaimana masa awal berdirinya ‘Aisyiyah. Kita menghadapi krisis kemanusiaan yang jauh lebih kompleks," tegas Mahmudah.
Tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah, menurut Mahmudah, membawa pesan strategis tentang pentingnya dakwah yang responsif terhadap isu-isu nyata di masyarakat. Untuk itu, PWA Sulawesi Selatan dalam periode 2022-2027 berfokus pada penguatan dan ekspansi dakwah kemanusiaan. Orientasi ini tidak hanya bertujuan mengembangkan organisasi, melainkan juga memberdayakan masyarakat secara menyeluruh.
Peningkatan jumlah cabang dan ranting ‘Aisyiyah di berbagai wilayah menjadi indikator pertumbuhan gerakan perempuan yang aktif. Gerakan ini berupaya menghidupkan pengajian, membina keluarga sakinah, mengembangkan pendidikan anak usia dini, memberdayakan ekonomi keluarga, serta menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan di tengah komunitas.
Di sektor pendidikan, ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan telah mengelola 433 Taman Kanak-kanak, serta beragam lembaga pendidikan lain dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Mahmudah menekankan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk membangun perdamaian. "Setiap anak yang mendapatkan pendidikan yang baik hari ini adalah investasi perdamaian untuk masa depan," ujarnya.
Selain pendidikan, ‘Aisyiyah juga konsisten memperluas layanan kesehatan dan sosial bagi masyarakat, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau kelompok tertentu. Pelayanan ini, menurut Mahmudah, adalah wujud nyata Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Keberpihakan terhadap kelompok rentan juga menjadi prioritas, termasuk pembinaan anak yatim dan dhuafa melalui panti asuhan serta program-program sosial ‘Aisyiyah. Pembinaan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga berfokus pada penguatan karakter, pengembangan keterampilan hidup, dan pendampingan spiritual.
Dalam menghadapi era digital, ‘Aisyiyah terus beradaptasi dengan mengembangkan sistem informasi organisasi, situs web, Learning Management System (LMS), serta jurnal pengabdian masyarakat. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem dakwah yang relevan dengan zaman, sekaligus mencerminkan semangat tajdid sebagai ciri khas perempuan berkemajuan. "Sesungguhnya kita sedang menyaksikan satu hal yang sangat penting, yaitu ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan tidak hanya membangun organisasi, tetapi sedang membangun peradaban," pungkas Mahmudah.
Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah Tingkat Wilayah Sulawesi Selatan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antaranya adalah perwakilan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Bupati Pinrang beserta unsur Forkopimda, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Sidrap, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pinrang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang, serta pimpinan organisasi perempuan Islam lainnya.
Turut hadir pula Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan beserta jajaran, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, serta para pimpinan daerah, cabang, dan ranting ‘Aisyiyah dari seluruh Sulawesi Selatan.




