Ketua DPRD Parepare Motivasi Kader IPM untuk Melek Politik dan Berorganisasi

MUHAMMADIYAH SULSEL, PAREPARE - Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si., Ketua DPRD Kota Parepare, menyerukan kepada kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) agar tidak bersikap apatis terhadap politik. Ia juga mendorong mereka untuk aktif membangun kapasitas diri melalui jalur organisasi. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah dialog bertajuk "Perjuangan Politik Anak Muda", bagian dari kegiatan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati (PKMTM) III PW IPM Sulawesi Selatan. Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Parepare pada Jumat, 15 Mei 2026.
Zul Jalali Wal Ikram, Ketua Umum PW IPM Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa forum dialog ini bertujuan untuk memperluas wawasan kader IPM. Topik yang dibahas meliputi dinamika politik, kepemimpinan, serta peran strategis generasi muda dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, perjuangan politik anak muda tidak hanya dimaknai sebagai upaya merebut kekuasaan, melainkan bagaimana menghadirkan gagasan, solusi, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. "Kader IPM harus menjadi generasi yang kritis, aktif berpikir, dan berani mengambil peran di tengah masyarakat," tegas Zul.
Kaharuddin Kadir kembali menekankan posisi krusial anak muda dalam menentukan arah masa depan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, ia meminta generasi muda untuk berani tampil dan terlibat dalam berbagai ruang strategis, termasuk di bidang politik dan pemerintahan. "Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik. Politik menentukan arah kebijakan dan masa depan masyarakat," ujarnya di hadapan para peserta dialog. Ia berpandangan bahwa politik seyogianya dipahami sebagai sarana perjuangan untuk menghadirkan kemaslahatan umat, bukan semata-mata perebutan kekuasaan.
Kaharuddin melanjutkan, kader Muhammadiyah dan IPM memiliki tanggung jawab untuk membawa nilai-nilai moral, intelektual, dan keislaman dalam setiap proses perjuangan sosial maupun politik. "IPM harus melahirkan kader yang cerdas, berintegritas, dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat," tambahnya. Selain isu politik, ia juga mengajak peserta untuk terus memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan, literasi, dan pengalaman berorganisasi. Menurutnya, organisasi pelajar seperti IPM merupakan wadah penting dalam membentuk kepemimpinan generasi muda yang progresif dan berkemajuan.
Dialog berlangsung interaktif, ditandai dengan beragam pertanyaan dari peserta. Diskusi mencakup tantangan politik anak muda, kepemimpinan organisasi, hingga peran kader Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika sosial dan kebangsaan. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta PKMTM III, panitia, fasilitator, serta perwakilan dari sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Parepare.
Melalui forum ini, PW IPM Sulawesi Selatan berharap agar kader muda Muhammadiyah memiliki wawasan politik yang sehat, kritis, dan berorientasi pada kemajuan umat. Mereka diharapkan siap menjadi pemimpin masa depan yang adaptif dan berintegritas.




