IPM Bulukumba Dorong Pelajar Berdampak Lewat Seminar Demokrasi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, BULUKUMBA - Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bulukumba menggelar Seminar Pelajar bertema "Pelajar Berdampak: Berprestasi, Berpartisipasi, dan Berkontribusi untuk Negeri" di Ballroom Kahayya, Gedung Phinisi Bulukumba, Jumat, 21 Agustus 2026. Forum ini menghimpun delegasi OSIS dan OSIM dari berbagai sekolah dan madrasah se-Kabupaten Bulukumba untuk membahas peran pelajar dalam demokrasi dan kehidupan sosial.
Seminar tersebut memperlihatkan bahwa kaderisasi pelajar Muhammadiyah di Bulukumba tidak hanya diarahkan pada agenda internal organisasi. PD IPM Bulukumba justru membuka ruang yang lebih luas dengan mengajak pengurus pelajar lintas sekolah duduk bersama, berdiskusi, dan menilai bagaimana generasi muda bisa memberi dampak nyata di lingkungannya.
Ketua Umum PW IPM Sulawesi Selatan, Fahrul Dason, menjadi pembicara utama pada forum itu. Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan pelajar tidak cukup berhenti pada prestasi akademik atau keberhasilan sesaat dalam sebuah kegiatan. "Pelajar yang berdampak itu harus memiliki prinsip keberlanjutan. Tidak berhenti pada satu momentum, tetapi mampu terus berdaya serta memberikan kontribusi nyata demi kemaslahatan umat dan bangsa," katanya.
Menurut Fahrul, ada tiga pilar yang harus dijaga bila pelajar ingin membangun gerakan yang tahan lama. Pilar pertama adalah keberlanjutan, yakni kemampuan menjaga agar gagasan dan aktivitas tidak padam setelah sebuah acara selesai. Pilar kedua adalah keberdayaan, yaitu kesiapan pelajar untuk mengembangkan kapasitas, kemandirian, dan kemampuan menggerakkan lingkungan. Pilar ketiga adalah kemaslahatan, yang memastikan setiap aktivitas benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Penekanan pada tiga pilar itu penting karena peserta seminar berasal dari OSIS dan OSIM, bukan hanya kader inti IPM. Artinya, pesan yang dibangun bukan sekadar untuk memperkuat struktur organisasi pelajar Muhammadiyah, tetapi untuk memperluas kesadaran bahwa kepemimpinan pelajar harus bertumbuh bersama tanggung jawab sosial dan etika berdemokrasi.
Wakil Ketua PDM Bulukumba, Herman, ikut memperkaya diskusi dengan mengambil filosofi Kapal Phinisi sebagai gambaran perjalanan gerakan pelajar. "Seperti Kapal Phinisi, ia tidak akan menjadi besar dan tangguh jika tanpa proses pembuatan yang panjang dan keterlibatan banyak pihak. IPM pun demikian, harus mampu menjadi seperti Kapal Phinisi yang mengarungi zaman dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa organisasi pelajar tidak boleh dibangun dengan pola serba instan. Kekuatan gerakan justru lahir dari proses pembinaan yang sabar, keterlibatan banyak unsur, dan kesanggupan menghadapi perubahan zaman. Bagi IPM Bulukumba, filosofi ini relevan karena mereka sedang berbicara kepada pelajar yang kelak akan menjadi pemimpin sekolah, pemilih pemula, dan kader persyarikatan di masa depan.
Kehadiran Ketua Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Bakri Abubakar, juga memberi dimensi praktis pada seminar itu. Setelah sesi pembukaan, peserta mendapat materi "Pelajar Berdampak dalam Demokrasi" yang membahas pemahaman demokrasi, pengawasan pemilu, dan peran pemilih pemula. Dengan begitu, seminar tidak berhenti pada motivasi umum, tetapi menyentuh keterampilan kewargaan yang dibutuhkan pelajar saat memasuki ruang publik.
Diskusi yang berlangsung interaktif memperlihatkan bahwa isu demokrasi mulai diposisikan sebagai bagian dari pendidikan kader dan pendidikan warga. Pelajar diajak memahami bahwa partisipasi tidak harus menunggu usia dewasa penuh atau jabatan tertentu. Kebiasaan bertanggung jawab, aktif berdiskusi, dan menjaga integritas dapat dimulai dari ruang sekolah dan organisasi siswa.
Melalui forum ini, PD IPM Bulukumba menegaskan peran IPM sebagai penggerak literasi publik di kalangan pelajar. Jika gagasan tentang keberlanjutan, keberdayaan, dan kemaslahatan benar-benar dibawa pulang oleh para delegasi ke sekolah masing-masing, maka seminar ini berpotensi menjadi titik awal konsolidasi gerakan pelajar yang lebih matang, lebih sadar demokrasi, dan lebih berguna bagi masyarakat Bulukumba.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





