INASS Tegaskan Komitmen Penguatan Ulama Perempuan di Konferensi Nasional ‘Aisyiyah

MUHAMMADIYAH SULSEL, YOGYAKARTA - Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat Islam berkemajuan serta kaderisasi ulama perempuan. Hal ini diwujudkan melalui keikutsertaannya dalam Konferensi dan Silaturahmi Nasional Ulama ‘Aisyiyah, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah di SM Tower Malioboro Hotel, Yogyakarta, pada Senin, 18 Mei 2026. Forum nasional ini mengusung tema “Konstruksi Pemikiran Ulama ‘Aisyiyah: Respon Terhadap Isu Keumatan dan Kebangsaan” dan dihadiri peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rektor INASS, Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si, hadir sebagai perwakilan institusi. Kehadiran ini menegaskan dukungan aktif INASS sebagai perguruan tinggi ‘Aisyiyah terhadap penguatan pemikiran Islam moderat, pengembangan jejaring akademik Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), serta pemberdayaan ulama perempuan dalam menghadapi persoalan sosial dan kebangsaan.
Konferensi ini dilaksanakan berdasarkan undangan resmi PP ‘Aisyiyah Nomor 092/PPA/A/V/2026. Dalam undangan dan proposal kegiatan, PP ‘Aisyiyah menekankan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus merumuskan pemikiran dan langkah strategis demi kemajuan umat.
Sebagai salah satu PTMA di Indonesia Timur, INASS memandang forum nasional ini krusial untuk memperkuat kontribusi kampus dalam bidang pendidikan, dakwah, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Seluruh kontribusi ini diharapkan selalu berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Kegiatan berlangsung secara hibrida, melibatkan pimpinan pusat, ulama ‘Aisyiyah, pimpinan PTMA, organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, hingga akademisi dari berbagai daerah. Agenda konferensi mencakup sesi pleno, diskusi tematik, serta kelas tafsir dan fikih. Pembahasan meliputi isu perempuan berkemajuan, kesehatan reproduksi, keluarga sakinah, dan peran perempuan di ruang publik.
Proposal kegiatan PP ‘Aisyiyah juga menggarisbawahi pentingnya penguatan implementasi manhaj Tarjih dalam produk pemikiran keagamaan ulama perempuan. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan tafsir tematik dan fikih perempuan berkemajuan sebagai respons terhadap tantangan sosial dan kemanusiaan kontemporer.
Rektor INASS bersama peserta lainnya aktif mengikuti berbagai sesi diskusi yang menghadirkan akademisi, ulama perempuan, dan praktisi dari lingkungan PTMA. Fokus pembahasan adalah penguatan tafsir perempuan berkemajuan dan pengembangan fikih perempuan dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah.
Bagi INASS, keterlibatan dalam forum nasional ini merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi antar-PTMA. Selain itu, partisipasi ini juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat kaderisasi ulama perempuan dan pengembangan pemikiran keislaman yang inklusif dan berkemajuan.
Melalui partisipasi ini, INASS berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun literasi keislaman, memperkuat peran perempuan dalam dakwah pencerahan, serta menghadirkan gagasan-gagasan Islam yang relevan dengan dinamika sosial masyarakat masa kini.




