Gufran Unismuh Tuntaskan Tugas Akhir lewat Artikel SINTA 2

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID, MAKASSAR - Muhammad Gufran, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, menyelesaikan tugas akhir melalui jalur artikel ilmiah yang diterima jurnal nasional terakreditasi SINTA 2. Ia mengikuti diseminasi hasil penelitian di ruang program studinya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Artikel tersebut berjudul “From Visual Forms to Character Values: A Conceptual Model of Visual Meaning-Making for Character Education”. Naskahnya diterima Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, yang dikelola Universitas Negeri Malang. Penerimaan artikel dan diseminasi menjadi bagian dari proses penyelesaian tugas akhir melalui skema publikasi ilmiah.
Gufran menjadi penulis pertama bersama Irsan Kadir, Lukman Ismail, dan Meisar Ashari. Objek kajiannya adalah ilustrasi dalam buku cerita anak Indonesia Aku Bisa Lebih Baik. Penelitian menggunakan analisis isi visual kualitatif terhadap tujuh ilustrasi yang dipilih secara purposif.
Analisis tersebut mempertemukan teori bentuk visual Wong dengan kerangka pendidikan karakter Thomas Lickona. Dari ilustrasi yang ditelaah, penelitian mengidentifikasi representasi tanggung jawab, kejujuran, empati, rasa syukur, pengendalian diri, dan rasa hormat.
“Ilustrasi ternyata dapat membawa pesan pendidikan,” kata Gufran, sebagaimana dilaporkan Khittah.co. Ia menjelaskan bahwa warna, komposisi, ekspresi wajah, gestur, dan hubungan antartokoh dapat membantu pembaca memahami nilai karakter dalam cerita.
Hasil analisis dirumuskan menjadi model konseptual yang menghubungkan bentuk visual dengan pembentukan makna, interpretasi moral, dan representasi nilai karakter. Model ini lahir dari pembacaan ilustrasi, sehingga temuannya tidak dinyatakan sebagai pengukuran perubahan perilaku anak setelah membaca buku.
Selama penelitian, Gufran dibimbing Irsan Kadir dan Lukman Ismail. Pengodean serta interpretasi visual dilakukan berulang dan didiskusikan bersama pembimbing untuk menjaga kesesuaian antara bukti yang ditemukan dan kerangka analisis. Gufran menangani konseptualisasi, metode, investigasi, analisis formal, dan penyusunan draf awal, sedangkan dosen memberikan supervisi serta penelaahan naskah.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Meisar Ashari, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, mahasiswa seni rupa perlu mengembangkan kemampuan berkarya sekaligus meneliti. Ia berharap pengalaman membaca literatur, menerima kritik penelaah, dan memperbaiki manuskrip menjadi bagian dari budaya akademik mahasiswa.
Bagi Gufran, jalur publikasi menuntut penelitian yang sistematis dan perbaikan naskah hingga memenuhi standar jurnal. Capaian ini memperlihatkan salah satu jalur penyelesaian studi di Pendidikan Seni Rupa Unismuh yang menghubungkan kajian seni visual dengan pendidikan karakter.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





