Edukasi Bahaya Merokok dan Disiplin di MTs Muhammadiyah Bontorita oleh Mahasiswa Unismuh

MUHAMMADIYAH SULSEL, GOWA - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melaksanakan penyuluhan komprehensif mengenai dampak negatif merokok dan urgensi kedisiplinan di kalangan pelajar. Kegiatan ini menyasar siswa MTs Muhammadiyah Bontorita, Galesong, pada Kamis, 7 Mei 2026, berlangsung selama satu jam penuh, dari pukul 08.30 hingga 09.30 Wita. Mulyoto, seorang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unismuh Makassar, berperan sebagai narasumber utama dalam sesi edukasi tersebut.
Mulyoto dalam paparannya menyoroti peningkatan risiko perilaku merokok di kalangan remaja, terutama pada jenjang SMP dan sederajat. Ia menekankan bahwa minimnya pengetahuan siswa tentang bahaya rokok menjadi faktor krusial yang melatarbelakangi inisiatif edukasi ini. "Kurangnya pengetahuan siswa SLTP tentang bahaya merokok dapat membuat mereka lebih mudah terpengaruh untuk mulai merokok ketika memasuki usia SMA atau dewasa," jelasnya, menggarisbawahi pentingnya intervensi dini.
Lebih lanjut, Mulyoto menguraikan bahwa merokok tidak hanya membahayakan kesehatan fisik, namun turut berdampak pada pembentukan karakter dan tingkat kedisiplinan siswa. Ia merinci kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, yang diketahui dapat merusak organ paru-paru dan memicu ketergantungan. Selain itu, kebiasaan merokok juga diidentifikasi dapat menurunkan daya konsentrasi dalam belajar serta memengaruhi kualitas pergaulan di kalangan remaja.
Dalam sesi tersebut, Mulyoto juga menghubungkan bahaya merokok dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi segala tindakan yang dapat mencelakai diri sendiri atau orang lain. Ia merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 195, yang secara tegas melarang manusia menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan. Selain itu, ia juga mengutip hadits Rasulullah SAW, "Laa zarar wa laa dirar," yang berarti tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. "Tubuh adalah amanah dari Allah yang harus dijaga. Karena itu, perilaku merokok harus dihindari sejak dini," tegas Mulyoto.
Tidak hanya fokus pada bahaya rokok, penyuluhan ini turut menyoroti signifikansi pembinaan disiplin di lingkungan sekolah. Mulyoto berpendapat bahwa disiplin merupakan fondasi esensial dalam membentuk karakter siswa, guna menciptakan individu yang bertanggung jawab, sehat, serta berprestasi. Ia turut mendorong para siswa untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif, seperti olahraga, seni, dan aktivitas keagamaan, sebagai strategi efektif untuk menangkal dampak negatif dari pergaulan yang kurang sehat.
Sesi penyuluhan ini berlangsung secara interaktif dan berhasil menarik perhatian penuh dari seluruh siswa MTs Muhammadiyah Bontorita. Diharapkan, melalui inisiatif edukasi semacam ini, kesadaran para siswa mengenai urgensi hidup sehat dan kedisiplinan dapat terus meningkat sejak usia dini.




