Dr. Mahmudah: Kaderisasi Aisyiyah Sulsel Harus Berlandaskan Spirit Al-Ashr

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Dr. Mahmudah, M.Hum., Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa kaderisasi ‘Aisyiyah harus berlandaskan spirit Surah Al-‘Ashr. Penegasan ini bertujuan untuk melahirkan pemimpin perempuan berintegritas, visioner, dan mampu menggerakkan umat, disampaikannya dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Majelis Pembinaan Kader di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Makassar, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 Juni 2026.
Dengan mengusung tema "Mewujudkan Kepemimpinan Kader Berkemajuan yang Berintegritas, Visioner, dan Menggerakkan Umat", pelatihan ini diikuti oleh kader-kader perempuan dari berbagai wilayah di Sulawesi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PP ‘Aisyiyah untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan berkemajuan di kawasan Indonesia Timur.
Dalam sambutannya, Dr. Mahmudah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PP ‘Aisyiyah yang menunjuk Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring kepemimpinan perempuan sekaligus menyiapkan kader yang siap menjawab tantangan zaman.
Lebih lanjut, Mahmudah menjelaskan bahwa kaderisasi yang dilaksanakan merupakan implementasi dari empat pilar Surah Al-‘Ashr. Pilar-pilar tersebut meliputi iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, serta saling menasihati dalam kesabaran.
Menurutnya, Surah Al-‘Ashr tidak hanya sekadar surah pendek yang lazim dibaca dalam kegiatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Lebih dari itu, ia berfungsi sebagai peta jalan peradaban yang mengajarkan pentingnya membangun kualitas keimanan, amal saleh, komitmen terhadap kebenaran, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Mahmudah juga mengingatkan para peserta untuk menjaga konsentrasi dan kesungguhan selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Kemampuan menjaga perhatian terhadap ilmu dan proses pembelajaran dianggapnya sebagai modal penting bagi seorang pemimpin, terutama di tengah arus informasi digital yang begitu deras.
Ia berharap, pelatihan ini akan melahirkan jejaring pemimpin perempuan berkemajuan yang semakin kuat di Indonesia Timur. Jejaring ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan dan memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat.
"Kita mungkin berbeda wilayah, berbeda kultur, dan berbeda tantangan lokal. Tetapi kita disatukan oleh cita-cita besar yang sama, yaitu menghadirkan perempuan Islam berkemajuan yang mampu mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan," katanya.
Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi ini turut dihadiri oleh Ketua PP ‘Aisyiyah, jajaran Majelis Pembinaan Kader PP ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, para fasilitator pelatihan, serta pimpinan daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan.




