Dosen Unismuh Perkuat Pembelajaran Mendalam di SMP Muhammadiyah 14 Makassar

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat praktik pembelajaran mendalam di SMP Muhammadiyah 14 Makassar melalui program pengembangan modul ajar interaktif. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, itu tidak berhenti pada pelatihan satu arah, tetapi disusun bertahap mulai dari workshop, pendampingan implementasi di kelas, hingga penguatan pemanfaatan media ajar digital oleh guru.
Program tersebut mengusung tema optimalisasi pembelajaran mendalam melalui modul ajar interaktif dan menjadi bagian dari Pendanaan dan Pelaksanaan Hibah Riset Nasional Muhammadiyah atau RisetMu Batch IX Tahun 2025. Skema ini menempatkan pengabdian bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai upaya nyata membantu sekolah meningkatkan mutu pembelajaran.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Dewi Hikmah Marisda, S.Pd., M.Pd., dengan menghadirkan Prof. Dr. Nurlina, S.Si., M.Pd., sebagai narasumber. Dalam tahap workshop, para guru SMP Muhammadiyah 14 Makassar mendapat pelatihan menyusun modul ajar interaktif dengan memanfaatkan sejumlah platform digital seperti Canva, Wordwall, Quizizz, dan Flipbook.
Pemilihan perangkat digital itu bukan tanpa alasan. Canva digunakan untuk membantu guru menyusun materi yang lebih rapi dan menarik. Wordwall dan Quizizz mendorong unsur gamifikasi agar proses belajar lebih aktif. Sementara Flipbook memberi ruang bagi pengembangan bahan ajar digital yang dapat memadukan teks, visual, dan elemen multimedia lain dalam satu paket pembelajaran.
Setelah workshop, tim pengabdi tidak langsung menghentikan program. Mereka melanjutkan kegiatan dengan mendampingi guru saat menerapkan modul hasil pelatihan di ruang kelas. Pendekatan ini membuat guru tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga berlatih mengatasi kendala praktis ketika mengadaptasi media interaktif dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Dewi Hikmah Marisda menjelaskan bahwa modul ajar interaktif dapat menjadi salah satu jalan untuk menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Menurutnya, teknologi tidak seharusnya dipahami sebagai pengganti guru, melainkan alat untuk memperkuat peran guru sebagai fasilitator yang membantu peserta didik memahami materi secara lebih mendalam.
Prof. Nurlina dalam sesi penguatan materi menyoroti konsep pembelajaran mendalam dan pembelajaran kontekstual. Ia menjelaskan bahwa banyak praktik yang selama ini telah dikenal guru, seperti modul ajar, pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran kontekstual, dan STEAM, tetap relevan selama disusun dengan orientasi pada pengalaman belajar yang utuh.
Ia menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap hubungan antara Taksonomi Bloom, Taksonomi SOLO, dan tahapan pengalaman belajar yang mencakup memahami, mengaplikasikan, serta merefleksikan. Dengan kerangka itu, pembelajaran tidak berhenti pada hafalan konsep, tetapi diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, refleksi diri, dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
Pihak sekolah menyambut positif program tersebut. Kepala SMP Muhammadiyah 14 Makassar menilai manfaat utamanya terletak pada model pendampingan yang berlanjut hingga tahap penerapan. Menurutnya, guru mendapatkan pengalaman baru, lebih percaya diri menggunakan teknologi, dan memiliki bekal yang lebih kuat untuk merancang pembelajaran yang interaktif serta sesuai perkembangan zaman.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Tim Unismuh Makassar menilai praktik baik yang lahir dari program tersebut dapat direplikasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lain. Dengan demikian, penguatan kompetensi guru melalui modul ajar interaktif dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mendalam di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.





