Dikdasmen Muhammadiyah Tana Toraja Perkuat Kepribadian dan Manajerial Kepala Sekolah

MUHAMMADIYAH SULSEL, TANA TORAJA - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tana Toraja mendorong penguatan kepribadian kader, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta kemampuan manajerial bagi seluruh kepala sekolah Muhammadiyah. Dorongan itu diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kepribadian Manajerial Kepala Sekolah Muhammadiyah yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Tana Toraja pada Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah bidang pendidikan se-Kabupaten Tana Toraja. Wakil Ketua Dikdasmen PDM Tana Toraja, H. Herman Tahir, M.Pd., menjadi narasumber utama. Acara turut didampingi Ketua PDM Tana Toraja, Drs. Ahmad Gazali, serta dihadiri unsur Pimpinan Daerah Aisyiyah Tana Toraja.
Dalam arahannya, Ahmad Gazali menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran strategis sebagai ujung tombak kemajuan AUM bidang pendidikan. Menurutnya, kualitas sekolah Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang profesional sekaligus berlandaskan nilai-nilai persyarikatan.
Herman Tahir menjelaskan bahwa kepala sekolah Muhammadiyah tidak cukup berfungsi sebagai administrator. Mereka juga memikul tugas dakwah dan kaderisasi melalui lembaga pendidikan. Karena itu, loyalitas kepada Persyarikatan, kemampuan membangun budaya sekolah, dan keberpihakan pada ruh AIK disebut harus berjalan seiring dengan kecakapan mengelola program, keuangan, serta sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa kemajuan sekolah tidak semata diukur dari jumlah peserta didik atau capaian akademik. Sekolah Muhammadiyah, katanya, harus mampu menanamkan nilai Islam berkemajuan kepada seluruh warga sekolah. Bila lembaga maju tetapi kehilangan ruh Kemuhammadiyahannya, maka identitas dasarnya justru terkikis.
Menurut Herman, perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat menuntut kepala sekolah menjadi pemimpin yang adaptif dan visioner. Mereka harus peka membaca perkembangan zaman, namun tetap teguh menjaga karakter pendidikan Muhammadiyah. Dalam konteks itu, kemampuan manajerial menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan sekolah semakin efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Materi kegiatan juga menyoroti pentingnya hubungan struktural yang sehat antara sekolah dan Persyarikatan. Setiap kebijakan sekolah, menurut Herman, perlu selaras dengan arah gerak organisasi agar pengembangan lembaga berlangsung berkelanjutan. Peserta pun diajak melihat kepemimpinan bukan hanya sebagai posisi, melainkan amanah untuk menggerakkan seluruh potensi sekolah.
Tema kegiatan, "Bekerja dengan Ruh Ibadah, Memimpin dengan Akal Sehat dan Hati yang Bersih", menegaskan dua fondasi yang ingin diperkuat sekaligus, yakni karakter kader persyarikatan dan profesionalitas pengelola pendidikan. Dikdasmen PDM Tana Toraja berharap penguatan semacam ini dapat berlanjut secara berkala agar layanan pendidikan Muhammadiyah di daerah tersebut makin unggul dan dipercaya masyarakat.





