'Aisyiyah dan KLH Perkuat Gerakan Lingkungan, Fokus Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - JAKARTA, 16 Juli 2020. Pimpinan Pusat (PP) 'Aisyiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan bimbingan teknis dan sosialisasi. Kegiatan yang berfokus pada penanganan kedaruratan pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta limbah B3 ini berlangsung di Kantor PP 'Aisyiyah, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2020. Inisiatif ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, KLH secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan kepada 'Aisyiyah. Bantuan tersebut meliputi empat unit motor angkut Viar, lima unit komposter, dan lima unit tempat sampah terpilah. Seluruh sarana ini diharapkan dapat mengoptimalkan praktik pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik, serta pengembangan manajemen sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di lingkungan 'Aisyiyah.
Ketua PP 'Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan bagian integral dari ikhtiar dakwah dan kemanusiaan yang menjadi ciri khas gerakan 'Aisyiyah. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) 'Aisyiyah, organisasi ini konsisten mengembangkan berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari penanaman pohon, upaya pengurangan sampah, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim. "Kami memandang kolaborasi dengan pemerintah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup agar gerakan pelestarian lingkungan dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Prof. Masyitoh.
Direktur Penanganan Sampah KLH, Melda Mardalina, menyoroti tantangan pengelolaan sampah di ibu kota. Ia menjelaskan bahwa Jakarta memproduksi sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dan mayoritas dari jumlah tersebut masih berakhir di TPST Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan yang memadai. "Lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah paling mendasar untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah dan mitra pengelola," kata Melda.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, menambahkan bahwa kompleksitas masalah sampah di Jakarta membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga. Senada, Andina Novita menekankan urgensi perubahan perilaku masyarakat, dengan membiasakan diri untuk mempertimbangkan manfaat suatu barang sebelum membeli dan memikirkan pengelolaannya setelah digunakan, sebagai langkah sederhana mengurangi timbulan sampah. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa limbah B3 juga banyak berasal dari aktivitas rumah tangga. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga. "Saya berharap 'Aisyiyah dapat menjadi pelopor gerakan sedekah sampah. Mari kita mulai dari rumah, mengajak keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar untuk memilah sampah. Selain menjaga lingkungan, langkah sederhana ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi amal kebaikan," ujar Putri.
Melalui kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi ini, PP 'Aisyiyah bersama Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus memperkuat sinergi. Tujuannya adalah membangun budaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





