Riwayat Hidup
Drs KH Nasruddin Razak lahir di Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada 6 Maret 1938. Ayahnya Abdul Razak adalah petani sekaligus pedagang (wafat 1986), sedangkan ibunya Hj Fatimah adalah guru Aisyiyah dan guru mengaji Alquran (wafat 2005). Kakeknya dari pihak ibu, KH Ibrahim, adalah alim ulama yang lama bermukim dan belajar di Mekkah, dan menjadi guru dua mantan Ketua PW Muhammadiyah Sulsel sebelumnya, yaitu KH Abdul Djabbar Ashiry dan KH Muhammad Sanusi Maggu. Pada kakeknya inilah Nasruddin kecil mulai mengaji dan belajar dasar-dasar Islam serta bahasa Arab. Pemerintah Daerah Sidrap mengabadikan nama KH Ibrahim pada sebuah jalan di Kota Rappang.
Pendidikannya berlanjut di Sekolah Rakyat Negeri 6 Tahun dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 4 Tahun (tamat 1952), Madrasah Muallimin Muhammadiyah, hingga Sekolah Guru Bantu Negeri di Pangkajene Sidrap (1957). Tahun yang sama ia melanjutkan ke Madrasah Muallimin Ulya Muhammadiyah Makassar, berguru pada Ustaz S Madjidi, KH Makmur Ali, KH Abd Malik Ibrahim, M Noor DP, dan HM Halim Yahya. Dua tahun terakhir di Muallimin Ulya, ia terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan menjadi juara satu ujian persamaan PGAA Negeri (tamat 1960). Tahun 1960 ia menempuh studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan menyelesaikan Doktoral Lengkap Fakultas Ushuluddin Jurusan Filsafat tahun 1966. Selama di Yogya, ia menjadi Ketua HMI Cabang Yogyakarta dan akrab dengan Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang sering menginap di kosnya untuk membaca koleksi bukunya.
Setelah lulus, Nasruddin ditempatkan sebagai dosen Pendidikan Agama Islam di Universitas Diponegoro Semarang (1967 sampai 1976) dan menjadi Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Jawa Tengah. Tahun 1976, ia pindah ke Universitas Hasanuddin Makassar dan menduduki berbagai jabatan struktural: Sekretaris Lembaga Studium Generale (1979 sampai 1982), Ketua Jurusan MKDU (1990 sampai 1996), Kepala UPT MKU (1998 sampai 2003), hingga pensiun PNS dengan pangkat Pembina Utama Madya (Gol IV/d) pada 2003. Sebagai akademisi produktif, ia menulis Islamologi, Dienul Islam (sudah dicetak ulang 20 kali), Ibadah Shalat Menurut Sunnah Rasul (10 kali cetak ulang), Ibadah Puasa, Metodologi Dakwah, dan Pemikiran Politik Islam.
Di Persyarikatan Muhammadiyah tingkat wilayah, Nasruddin memegang amanah Ketua Majelis Tabligh dua periode (1977 sampai 1985), Ketua Majelis Pendidikan dan Kebudayaan satu periode (1985 sampai 1990), Wakil Ketua PW Muhammadiyah dua periode (1990 sampai 2000), dan akhirnya Ketua PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 2000 sampai 2005. Tahun 1997 ia menerima Satyalencana Karya Satya 30 Tahun dari Pemerintah, dan telah tiga kali menjadi Tim Pembimbing Ibadah Haji (1989, 1993, 2003). Ia juga menjadi Wakil Ketua Badan Amil Zakat Provinsi Sulsel (2001 sampai 2005) dan salah satu dari tujuh Ketua MUI Provinsi Sulsel (2000 sampai 2005).
Sebagai mubalig, Nasruddin Razak setiap dua kali sebulan mengisi ceramah subuh di RRI Nusantara IV Ujung Pandang selama 1981 sampai 2001, menjadi khatib di berbagai masjid, dan terjadwal mengisi pengajian rutin Selasa Magrib-Isya di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Pada masa kepemimpinannya, ia terpilih bersama 10 ketua PW Muhammadiyah dari seluruh Indonesia berkunjung ke Britania Raya melalui kerjasama dengan British Council, untuk mempelajari kehidupan multikultural dan sistem pendidikan studi Islam di Centre for Study of Islam University of Birmingham dan Centre for Islamic Studies Oxford University. Sejak pensiun PNS, ia menjadi dosen tetap Unismuh Makassar dan dosen luar biasa di AKPER Muhammadiyah serta Unhas.
Sorotan Kepemimpinan
- Cucu KH Ibrahim, ulama Rappang yang juga guru dua mantan Ketua PWM Sulsel sebelumnya (Djabbar Ashiry dan Sanusi Maggu)
- Penulis buku Dienul Islam yang telah dicetak ulang 20 kali, salah satu buku referensi keislaman terlaris di Indonesia
- Mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta dan sahabat dekat Nurcholish Madjid (Cak Nur) saat menempuh studi di IAIN Sunan Kalijaga
- Salah satu dari 10 Ketua PW Muhammadiyah yang dikirim ke Britania Raya kerjasama dengan British Council untuk mempelajari studi Islam di Birmingham dan Oxford
- Ketua PW Muhammadiyah Sulsel periode 2000 sampai 2005 setelah karier panjang sebagai Ketua Majelis Tabligh, Ketua Majelis Pendidikan, dan Wakil Ketua selama dua periode



