Wamendiktisaintek Dorong Wisudawan Unismuh Makassar Bertransformasi Menuju Kampus Kehidupan

MUHAMMADIYAH SULSEL, INDONESIA. IA MENYEBUT - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, MPd., mengingatkan para wisudawan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) agar tidak berhenti pada perubahan status akademik semata. Lulusan Unismuh, menurutnya, harus mengalami perubahan karakter, pola pikir, dan daya manfaat yang signifikan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Fauzan dalam orasi ilmiah pada Wisuda Ke-88 Unismuh Makassar. Acara ini berlangsung di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Di hadapan ribuan wisudawan, orang tua, pimpinan universitas, dan tamu undangan, Prof. Fauzan menekankan pentingnya evolusi diri.
Ia menjelaskan, wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal menuju ruang yang lebih luas dan penuh tantangan, yang ia sebut sebagai “kampus kehidupan”. “Saudara saat ini lulus, saat ini saudara selesai. Tetapi saudara harus tahu, ini dalam ranah akademis. Ada kampus yang lebih menantang, yaitu kampus kehidupan,” ujar Prof. Fauzan.
Dalam konteks transformasi, Prof. Fauzan menggunakan metafora ulat dan kupu-kupu untuk menggambarkan perubahan yang ideal. Ia membandingkannya dengan ular yang hanya berganti kulit. Menurutnya, perubahan pada ular bersifat fisik dan tidak menyentuh karakter, sementara ulat melalui fase kepompong untuk menjadi kupu-kupu, menunjukkan perubahan fisik dan nilai. “Ketika menjadi kupu-kupu, tidak ada yang mengatakan itu tidak indah. Semuanya mengatakan indah, dan di situlah manusia mendekat,” tambahnya.
Proses pendidikan di Unismuh, lanjut Prof. Fauzan, semestinya melahirkan transformasi serupa. Lulusan tidak hanya berubah status dari mahasiswa menjadi sarjana, tetapi juga menjadi pribadi yang matang, bernilai, dan bermanfaat. Ia mengaitkan hal ini dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, menegaskan bahwa lulusan Unismuh harus memiliki pembeda dalam karakter, integritas, dan cara pandang.
Prof. Fauzan juga menyoroti jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang diperkirakan mencapai 1,26 juta sarjana pada tahun 2025. Dengan angka sebesar itu, ia mengingatkan bahwa lulusan tidak cukup hanya menjadi sarjana biasa. “Kita tidak boleh menjadi warga sarjana yang biasa-biasa saja. Karena sarjana yang biasa-biasa sudah overload, sudah banyak. Maka tidak ada pilihan lain. Saudara harus menjadi sarjana yang luar biasa atau yang disebut sarjana unlimited,” tegasnya.
Selain kompetensi keilmuan, Wamendiktisaintek ini menekankan pentingnya pola pikir yang benar. Keberhasilan lulusan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh ijazah atau keahlian teknis, tetapi juga oleh cara memandang masalah dan membangun optimisme. Ia menganjurkan untuk memelihara husnuzan atau berprasangka baik kepada diri sendiri, lingkungan, dan masa depan. “Kalau orang ingin menjadi sarjana yang hebat, maka saudara harus memelihara apa yang disebut dalam bahasa Al-Quran, husnuzan,” katanya. Sebaliknya, kebiasaan mengeluh dan mencari alasan harus dihindari, karena hanya akan melemahkan energi diri.
Senada dengan pesan tersebut, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, dalam pidatonya menyebut wisuda sebagai momentum akademik, spiritual, dan kelembagaan. Ini merupakan wujud syukur, amanah ilmu, doa orang tua, pengabdian dosen, kerja keras mahasiswa, serta pertanggungjawaban institusi kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan.
Pada Wisuda Ke-88 ini, Unismuh Makassar mengukuhkan 1.411 lulusan. Dari jumlah tersebut, 1.196 orang meraih predikat cumlaude, 205 orang sangat memuaskan, dan 10 orang memuaskan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyumbang lulusan terbanyak dengan 404 orang, diikuti Fakultas Agama Islam (280 orang), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (255 orang).
Rakhim menegaskan bahwa Unismuh terus meneguhkan diri sebagai kampus Islam Berkemajuan yang bertumbuh, berdaya saing, dan memberi manfaat. “Hari ini, kita tidak hanya mengukuhkan lulusan. Kita juga menyaksikan satu babak baru perjalanan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai kampus Islam Berkemajuan yang terus bertumbuh, berdaya saing, dan memberi manfaat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan arah transformasi Unismuh melalui kerangka I-GIFt, yaitu Integrated, Green, Islamic, and Futuristic, sebagai bagian dari roadmap menuju Research and International Reputable University. Unismuh kini memiliki 73 program studi, memperkuat riset dan pengabdian, memperluas kerja sama internasional, serta membangun reputasi global. Pencapaian Unismuh termasuk masuk dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025 pada rentang 1001-1500 dunia, radar THE World University Rankings 2026, rentang 1201-1300 QS World University Rankings Asia, serta peringkat 4 nasional dan 20 dunia pada kategori Ruang Terbuka dan Infrastruktur Hijau dalam UI GreenMetric.
Bagi Rakhim, pemeringkatan ini bukan sekadar prestise, melainkan ikhtiar agar Unismuh dapat berkontribusi dalam percakapan global tentang mutu, keberlanjutan, pendidikan, lingkungan, dan peradaban. “Kita ingin menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam dari kawasan timur Indonesia dapat ikut memberi kontribusi bagi masa depan umat manusia,” pungkasnya. Pesan-pesan ini menjadi pengingat bagi para wisudawan bahwa gelar akademik hanyalah permulaan, dan kampus kehidupan menanti dengan beragam tantangan yang menguji karakter dan manfaat sosial mereka.





