Wakil Rektor I Unismuh Makassar Bekali Mahasiswa KKN-MAs dengan Empat Amanah di Malang

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, 23 Juli 2026 - Sebanyak 36 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar siap mengabdi dalam program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN-MAs) 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, pada Kamis lalu di Ruang Rapat Senat, Gedung Iqra Lantai 17. Para peserta dijadwalkan berangkat pada 26 Juli 2026, untuk mengikuti rangkaian KKN-MAs yang akan berlangsung dari 29 Juli hingga 31 Agustus 2026, dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa, pimpinan fakultas, program studi, dosen pembimbing, serta jajaran Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Prof. Andis menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan akademik atau kesempatan rekreasi. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa membawa nama besar Unismuh Makassar serta identitas Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di tengah masyarakat Kabupaten Malang.
“Ananda ke sana bukan hanya jalan-jalan. Ananda adalah duta Unismuh, duta Muhammadiyah, dan duta 'Aisyiyah di Kabupaten Malang,” ujar Prof. Andis, mengingatkan peran strategis para peserta.
Ia menambahkan bahwa KKN-MAs merupakan amanah penting bagi Persyarikatan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menunjukkan potensi akademik dan keterampilan, tetapi juga mencerminkan karakter serta nilai-nilai yang melekat pada mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
“Ini merupakan amanah strategis bagi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Kalian harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa seperti inilah mahasiswa Muhammadiyah,” tegasnya.
Membawa Empat Amanah
Prof. Andis menggarisbawahi empat amanah utama yang harus diemban oleh setiap peserta KKN-MAs. Amanah-amanah tersebut meliputi tanggung jawab pribadi sebagai mahasiswa, amanah dari orang tua, amanah Persyarikatan, serta amanah kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, seluruh kegiatan mahasiswa selama pengabdian harus senantiasa mencerminkan tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kematangan moral.
Mahasiswa juga diimbau untuk menjaga reputasi almamater dalam setiap interaksi, baik dengan masyarakat, mahasiswa dari perguruan tinggi lain, maupun pemerintah dan unsur lokal di lokasi pengabdian. Prof. Andis secara khusus meminta mereka untuk senantiasa menjaga identitas Unismuh Makassar, salah satunya dengan mengenakan jas almamater selama kegiatan resmi KKN-MAs. Menurutnya, jas tersebut bukan hanya pakaian formal, melainkan simbol pengingat bahwa perilaku mahasiswa akan menjadi cerminan institusi yang diwakilinya.
Selain itu, ia berpesan agar mahasiswa aktif memakmurkan masjid, menjaga ibadah berjemaah, dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat, menurutnya, harus berjalan seiring dengan keteladanan moral dan spiritual.
Prof. Andis juga menyoroti keikutsertaan dalam KKN-MAs sebagai sebuah kesempatan istimewa. Dari ribuan mahasiswa dalam satu angkatan, hanya 36 mahasiswa Unismuh yang terpilih untuk mengikuti program ini pada tahun 2026. Ia mendorong mahasiswa untuk mensyukuri dan memanfaatkan pengalaman ini sebagai sarana pengembangan akademik, sosial, dan pribadi.
“Tidak semua orang bisa melalui pengalaman ini. Dari ribuan mahasiswa, hanya 36 orang yang memperoleh kesempatan mengikuti KKN-Mas,” katanya.
Pengalaman ini tidak hanya akan memperkaya riwayat hidup mahasiswa, tetapi yang lebih penting adalah kesempatan berinteraksi dengan masyarakat serta mahasiswa dari beragam latar budaya, daerah, dan disiplin ilmu. KKN-MAs 2026 diperkirakan akan mempertemukan sekitar 1.600 mahasiswa dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTM/PTA) dari seluruh Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Keragaman ini menjadi wadah pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama lintas budaya, kepemimpinan, dan pemecahan masalah secara kolaboratif.
Prof. Andis juga mengajak mahasiswa Unismuh untuk terbuka belajar dari praktik-praktik baik yang ditemukan di Universitas Muhammadiyah Malang maupun di tengah masyarakat.
“Yang baik di sana silakan dicontoh. Namun, keahlian dan keterampilan yang Ananda miliki juga harus diperlihatkan dan diberikan kepada masyarakat,” pesannya.
Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr. Muh. Arief Muhsin, melaporkan bahwa 36 peserta berasal dari lima fakultas. Fakultas Agama Islam menyumbang peserta terbanyak dengan 23 mahasiswa, diikuti Fakultas Pertanian (enam mahasiswa), Fakultas Hukum (empat mahasiswa), Fakultas Teknik (dua mahasiswa), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (satu mahasiswa). Mereka berasal dari berbagai program studi, termasuk Pengairan, Teknik Elektro, Agroteknologi, Agribisnis, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Hukum Bisnis, dan Ilmu Pemerintahan.
Dr. Arief menekankan bahwa KKN harus lebih dari sekadar kegiatan rutin pemenuhan persyaratan akademik. Program pengabdian ini diharapkan mampu membawa ilmu pengetahuan dari kampus untuk memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
“KKN diharapkan betul-betul memberi dampak kepada masyarakat melalui keilmuan yang kita bawa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan,” ujarnya.
KKN-MAs 2026 mengusung tema "mewujudkan desa berkemajuan berbasis ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal." Tema ini memberikan ruang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk merancang kegiatan yang relevan dengan masalah, kebutuhan, dan potensi desa. Misalnya, mahasiswa pertanian dapat berkontribusi pada ketahanan pangan, teknik pada teknologi tepat guna, sementara mahasiswa ilmu sosial, hukum, dan keagamaan dapat berperan dalam pemberdayaan masyarakat, literasi hukum, tata kelola kelembagaan, pendidikan, dan penguatan kehidupan keagamaan.
Sebelum pelepasan, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Unismuh, Dr. Abd. Fattah, memberikan tausiah dan pembekalan spiritual. Ia mengingatkan bahwa KKN-MAs bukan hanya kegiatan akademik, melainkan juga bentuk kolaborasi dan sarana berbagi manfaat kepada masyarakat. Mahasiswa diminta mempersiapkan bekal fisik, mental, akademik, dan spiritual, mengingat berbagai tantangan yang mungkin muncul selama pengabdian.
Dr. Fattah menekankan pentingnya menjadikan ketakwaan sebagai bekal utama dan meluruskan niat bahwa seluruh aktivitas pengabdian dilaksanakan demi kebaikan dan memperoleh rida Allah SWT. Ia juga mengaitkan KKN-MAs dengan gagasan kurikulum berdampak, di mana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa telah dibekali dengan berbagai keilmuan. KKN menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa ilmu tersebut benar-benar dapat memberikan sumbangsih dan dampak positif,” jelasnya.
Menutup acara, Prof. Andis berharap para peserta dapat menjaga kekompakan selama hampir satu bulan di Malang. Ia mengingatkan bahwa perbedaan disiplin ilmu dan karakter harus menjadi kekuatan untuk melahirkan program kolaboratif, bukan pemicu perpecahan. Ia juga meminta dosen pembimbing, fakultas, program studi, dan LP3M untuk terus berkoordinasi dalam mendampingi peserta, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.
Pelepasan 36 mahasiswa Unismuh Makassar ini ditandai dengan pembacaan basmalah bersama, menandakan kesiapan mereka untuk belajar, mengabdi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Malang.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





