Perkuat Konsolidasi dan Ekosistem Kesehatan, PP Muhammadiyah Luncurkan Suryavena

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - YOGYAKARTA, 23 Juli 2020 - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara resmi meluncurkan produk bahan medis habis pakai bernama “Suryavena” pada Kamis di SM Tower, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir menggarisbawahi pentingnya agenda ini sebagai sarana untuk memperkuat konsolidasi internal Persyarikatan.
Haedar menekankan bahwa konsolidasi ke dalam harus berjalan seiring dengan keberhasilan Muhammadiyah dalam membangun kerja sama eksternal. Ia secara khusus menyoroti seluruh institusi di Persyarikatan, terutama 130 Rumah Sakit Muhammadiyah-'Aisyiyah (RSMA) beserta klinik-klinik yang ada. “Bagi seluruh institusi yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah, lebih khusus seluruh rumah sakit dari 130. 130 rumah sakit kita di samping klinik, tentu kerja sama ini semakin mengokohkan konsolidasi internal agar kita makin kuat,” ujarnya.
Menurut Haedar, konsolidasi internal seharusnya lebih mudah diwujudkan karena seluruh RSMA berada dalam satu kepemilikan, yakni Persyarikatan Muhammadiyah. Kesamaan nilai perjuangan, pergerakan, dan sistem yang menyatukan menjadi fondasi kuat untuk kerja sama. “Maka tentu kita lebih bisa mudah lagi untuk kerja sama internal karena kita disatukan oleh nilai perjuangan atau pergerakan kita, disatukan oleh sistem kita sendiri,” imbuhnya.
Sebagai sebuah kesatuan yang berserikat, Haedar menegaskan bahwa tidak boleh ada federasi di lingkungan Muhammadiyah, termasuk di antara Organisasi Otonom (Ortom). Ia merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah sebagai pedoman kebijakan dan sistem. “Maka kalau logika kesatuan, tidak boleh ada federasi, tidak boleh ada pemisahan. Perbedaan-perbedaan tugas, termasuk dalam gerakan dari seluruh elemen yang ada di Persyarikatan, tidak membuat kita terpisah-pisah,” katanya. Oleh karena itu, Haedar berpesan agar seluruh jaringan RSMA berkomitmen untuk menggunakan produk medis Suryavena.
Senada dengan Haedar, Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menyatakan bahwa agenda ini merupakan kesempatan emas untuk membangun kolaborasi dan konsolidasi internal dalam pelayanan kesehatan Persyarikatan. “Dan ini tidak mungkin kalau kita tidak serius dan sungguh-sungguh. Maka kalau kesepakatan itu judulnya tidak boleh ada dusta di antara kita. Jadi mari kesepakatan ini dikawal betul,” tutur dr. Agus.
Lebih lanjut, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah saat ini tengah berupaya membangun Ekosistem Kesehatan Muhammadiyah. Jika sebelumnya fokus pada aspek sumber daya manusia, kini MPKU beralih pada penguatan dan pengembangan sirkulasi ekonomi. “Bersama dengan Majelis Ekonomi kita memulai adalah membangun industri kesehatan berkelanjutan yang saat ini kita akan launching,” jelasnya.
Haedar Nashir, yang juga membidangi Kesehatan, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana di PP Muhammadiyah, menegaskan pentingnya penguatan empat pilar ekosistem kesehatan Muhammadiyah. Empat pilar tersebut meliputi penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, pelayanan kesehatan melalui rumah sakit, pengembangan ekosistem kesehatan masyarakat, serta pembangunan industri kesehatan yang berkelanjutan dan dibutuhkan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





