MDMC Muhammadiyah Siapkan Pusat Logistik Kemanusiaan Regional di Malaysia

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MALAYSIA, 25 Juli 2026 -
Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah mengambil langkah strategis dalam memperluas jangkauan kiprah kemanusiaan globalnya. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Pertemuan Mitra World Food Programme (WFP) - United Nations Humanitarian Response Depot (UNHRD) yang berlangsung di Subang, Malaysia, pada 21-22 Juli 2026. Keikutsertaan ini membuka peluang bagi MDMC untuk mendirikan simpul kesiapsiagaan logistik regional di Asia-Pasifik.
Dalam pertemuan penting tersebut, MDMC diwakili oleh Wakil Sekretaris PP MDMC Muhammadiyah, Abdoel Malik. Ia didampingi oleh dua kader muda Muhammadiyah, yaitu Bagas Wahyu Pratama, seorang relawan dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), dan Hamzah Dzulkarnain, yang saat ini tengah menempuh studi pascasarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM).
Dari diskusi dan koordinasi yang terjalin, MDMC berhasil memperoleh kesempatan untuk menyimpan stok logistik kemanusiaan di fasilitas Humanitarian Response Depot milik WFP yang berlokasi di Malaysia. Depot ini merupakan salah satu dari lima pusat logistik global yang melayani wilayah Asia-Pasifik. Rencana strategis ini bertujuan menjadikan fasilitas tersebut sebagai simpul utama kesiapsiagaan logistik regional bagi Muhammadiyah. Abdoel Malik menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan peluang besar untuk memperkuat sektor kemanusiaan Muhammadiyah di tingkat regional. "Peluang baik buat penguatan urusan Kemanusiaan Muhammadiyah di Regional, seusai amanat muktamar, MDMC menafsirkan Internasionalisasi Muhammadiyah dengan aksi nyata dan terukur melalui MuhammadiyahAID," ujarnya.
Abdoel Malik lebih lanjut menjelaskan bahwa kesempatan ini selaras dengan mandat muktamar Muhammadiyah untuk mewujudkan internasionalisasi organisasi secara konkret melalui platform MuhammadiyahAID. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kerja kemanusiaan yang terstruktur, kolektif, dan didukung oleh kompetensi yang mumpuni. Pemilihan Malaysia sebagai lokasi hub regional didasari oleh keberadaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi sistem pendukung utama dalam operasional kemanusiaan di kawasan tersebut. Untuk itu, MDMC PP berencana menyelenggarakan program penguatan kapasitas secara daring bagi para pengurus PCIM Malaysia. "Kerja kemanusiaan harus dikerjakan secara organisatoris dan berkelompok serta dukungan kompetensi yang andal," tambah Abdoel Malik.
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut memiliki agenda yang terbagi fokus. Hari pertama, pada 21 Juli 2026, menitikberatkan pada keterlibatan lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat sipil, dan mitra UNHRD. Sementara itu, hari kedua, 22 Juli 2026, dikhususkan untuk melibatkan pemasok, produsen, dan sektor swasta guna mendukung upaya lokalisasi rantai pasok kemanusiaan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





