Unismuh Makassar Peringati Milad ke-63: Jalan Sehat, Hadiah Umrah, dan Peluncuran Ensiklopedi Hadis Monumental

MUHAMMADIYAH SULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperingati Milad ke-63 dengan semarak pada Selasa, 16 Juni 2026. Bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah, perayaan ini diwarnai gerak jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dan peluncuran proyek keilmuan monumental.
Pagi itu, halaman Kampus Unismuh di Jalan Sultan Alauddin dipadati dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum. Suasana riuh rendah dipecah oleh seruan MC Erick Alamsyah yang jenaka dari panggung, membangkitkan semangat peserta sebelum memulai gerak jalan sehat.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, menjelaskan bahwa Milad bukan sekadar perayaan ulang tahun. "Hari ini Universitas Muhammadiyah Makassar menyelenggarakan gerak jalan sehat dalam rangka Milad Muhammadiyah yang ke-63," ujarnya. "Kegiatan ini sebetulnya selain semarak, yang paling utama adalah membangun silaturahmi bersama seluruh sivitas akademika dan juga mengundang masyarakat umum untuk lebih dekat kepada Universitas Muhammadiyah Makassar."
Para peserta bergerak dari kampus menuju Jalan Sultan Alauddin, berlanjut ke arah AP Pettarani, berputar di dekat pos flyover, lalu kembali ke kampus. Rute yang sederhana ini melambangkan upaya kampus untuk berinteraksi dengan kota dan membawa semangatnya kembali ke lingkungan akademik.
Semangat "gembira berkemajuan" menjadi tema utama perayaan ini. Hal ini tidak hanya diwujudkan dalam kemeriahan dan tawa, tetapi juga dalam tindakan nyata seperti pembagian hadiah, imbauan kebersihan, dan inisiatif keilmuan. Panitia menyiapkan berbagai hadiah hiburan, termasuk hadiah utama berupa umrah dan sepeda motor. Rakhim Nanda menegaskan bahwa hadiah umrah khusus ditujukan bagi peserta dari kalangan bawah hingga masyarakat umum, bukan untuk pimpinan atau pejabat struktural.
"Ini juga sebagai komitmen bagaimana semua berperan memberikan semacam santunan kemampuan kepada masyarakat luas," kata Rakhim Nanda. "Pimpinan, pejabat struktural, itu tidak boleh mengambil undian khusus untuk umrah." Hal ini menunjukkan bahwa perayaan Milad Unismuh berupaya menjangkau khalayak luas, bukan hanya elite akademik.
Di samping kemeriahan gerak jalan sehat, Milad ke-63 Unismuh juga menjadi momentum peluncuran penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Ketua PWM Sulsel, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., menyampaikan sambutan yang fokus pada kerja pengetahuan ini. "Hari ini kita akan meluncurkan rencana penyusunan sebuah karya monumental, karya yang besar, yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, disponsori oleh Universitas Muhammadiyah Makassar," jelasnya.
Ensiklopedi ini direncanakan terbit dalam empat jilid, meliputi akidah, akhlak, ibadah kepada Allah, dan muamalah duniawiah. Ambo Asse menyebut karya ini akan "mengimbangi karya yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Tafsir At-Tanwir." Ini menunjukkan komitmen Sulawesi Selatan untuk berkontribusi dalam khazanah keilmuan Persyarikatan, melanjutkan semangat pencerahan atau "tanwir" yang telah menjadi denyut Muhammadiyah sejak 1912.
Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus mantan Rektor Unismuh Makassar, turut hadir dan menyampaikan selamat. "Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan selamat kepada Universitas Muhammadiyah Makassar yang insya Allah pada tanggal 19 Juni 2026 berusia 63 tahun," ucapnya. Ia mengapresiasi perkembangan luar biasa Unismuh dan berharap Milad ini menguatkan sinergi kampus dengan Persyarikatan dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Rektor Rakhim Nanda juga menyisipkan pesan penting tentang lingkungan. Ia mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan dan memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi. "Di Unismuh, sampah bukan lagi sesuatu yang kotor, tetapi sumber ekonomi," katanya. "Di belakang ada bank sampah. Sampah-sampah yang ditempatkan pada tempatnya akan diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi." Pesan ini menekankan pentingnya adab kecil yang berkontribusi pada reputasi kampus.
Peluncuran ensiklopedi ditandai dengan penabuhan beduk oleh para tokoh yang hadir, termasuk Rektor, Ketua PWM, Ketua BPH, dan pimpinan lainnya. Bunyi beduk ini menandai dimulainya sebuah kerja panjang yang membutuhkan kesabaran dan disiplin ilmiah. Ambo Asse berharap setidaknya jilid pertama dapat segera terwujud, menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya, berdampingan dengan Tafsir At-Tanwir dari Pimpinan Pusat.
Milad ke-63 Unismuh Makassar menjadi bukti bahwa "gembira berkemajuan" bukan hanya slogan. Ia terwujud dalam silaturahmi, kepedulian sosial, kebersihan lingkungan, dan kerja keilmuan. Kampus ini tidak hanya mengajak orang berpikir, tetapi juga bergerak bersama, merayakan, dan pulang dengan membawa pencerahan yang lebih nyata.

