Unismuh Makassar Tuntaskan Pelatihan PEKERTI Daring Penuh, Siapkan Skema Kombinasi

MUHAMMADIYAHSULSEL.OR.ID - MAKASSAR, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar baru-baru ini menuntaskan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Batch 11. Pelatihan ini menjadi gelombang terakhir yang diselenggarakan sepenuhnya secara daring, menandai transisi Unismuh ke pola pembelajaran campuran untuk program PEKERTI selanjutnya.
PEKERTI Batch 11 berlangsung pada 23-30 Juli 2026, diikuti oleh sekitar 82 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dan Maluku Utara. Seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara virtual melalui pertemuan daring dan aktivitas belajar mandiri yang terintegrasi dalam Learning Management System (LMS) SPADA Unismuh.
Perubahan format ini disampaikan oleh Sekretaris Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran Digital Futuristik (P4-DF) Unismuh Makassar, Dr. Ishaq Madeamin. Ia menjelaskan bahwa mulai PEKERTI Batch 12 dan gelombang berikutnya, skema pelatihan akan mengombinasikan sesi daring dan luring. Peserta akan mengikuti tahap daring terlebih dahulu, kemudian diwajibkan mengikuti sesi luring paling lambat tiga bulan setelah pelaksanaan tahap daring.
“Untuk PEKERTI berikutnya akan ada dua skema pelaksanaan, yaitu PEKERTI secara daring dan, paling lama tiga bulan setelah PEKERTI daring, peserta wajib mengikuti PEKERTI secara luring,” jelas Ishaq saat memberikan penjelasan teknis pada pembukaan PEKERTI Batch 11, Kamis, 23 Juli 2026.
Ishaq menambahkan, pola serupa juga akan diterapkan pada Pelatihan Applied Approach (AA), yang akan diawali dengan lima hari pembelajaran daring, dilanjutkan dengan lima hari pelatihan luring dalam rentang waktu maksimal tiga bulan.
Pelaksanaan PEKERTI Batch 11 dengan pola daring penuh ini bersifat khusus atau insidental. Sebelumnya, Unismuh tidak merencanakan pembukaan gelombang ini, namun memperoleh informasi dari Direktorat Sumber Daya Manusia bahwa perguruan tinggi penyelenggara masih diberi kesempatan untuk memfasilitasi PEKERTI dengan skema lama hingga akhir Juli 2026.
“Setelah 31 Juli, tidak ada lagi PEKERTI yang dilaksanakan secara daring penuh. Karena itu, PEKERTI Batch 11 ini sifatnya insidental,” ungkap Ishaq.
Dalam prosesnya, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diwajibkan aktif mengikuti seluruh aktivitas pembelajaran, menyelesaikan tugas, serta melengkapi bukti hasil belajar yang tercatat dalam LMS. Ishaq mengingatkan bahwa pembayaran biaya pelatihan tidak secara otomatis menjamin kelulusan peserta. Sertifikat hanya akan diterbitkan berdasarkan keaktifan, kelengkapan tugas, dan hasil belajar yang terekam dalam sistem.
“Jangan sampai ada anggapan bahwa karena sudah membayar, berarti sudah lulus. Tidak seperti itu konsep Unismuh Makassar dalam memberikan layanan PEKERTI maupun AA,” tegasnya. Ia menekankan bahwa data aktivitas belajar peserta menjadi dasar penentuan kelulusan, dan peserta yang tidak aktif atau tidak melengkapi tugas berpotensi dinyatakan tidak lulus.
Dosen Bukan Sekadar Pakar
Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, atau akrab disapa Prof. Andis, menegaskan bahwa PEKERTI memiliki makna lebih dari sekadar persyaratan sertifikasi dosen atau pengusulan jabatan fungsional. Menurutnya, PEKERTI merupakan upaya esensial untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam mengelola pembelajaran dan mentransfer ilmu secara efektif kepada mahasiswa.
“Bapak dan Ibu mungkin sudah menjadi pakar dalam bidang masing-masing. Namun, kita ingin menjadikan Bapak dan Ibu bukan hanya sebagai pakar, tetapi juga sebagai pendidik,” ujar Prof. Andis.
Ia menggarisbawahi pentingnya keterampilan instruksional untuk melengkapi kepakaran dalam suatu disiplin ilmu. Dosen profesional, lanjutnya, tidak hanya menguasai materi, tetapi juga piawai dalam memilih mekanisme, strategi, dan teknik pembelajaran yang dapat memfasilitasi pemahaman mahasiswa.
“Kita ingin melahirkan dosen profesional yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mencerdaskan mahasiswa,” kata Prof. Andis.
Prof. Andis berharap seluruh peserta memanfaatkan PEKERTI Batch 11 secara maksimal. Selain menjadi kesempatan terakhir mengikuti pola daring penuh, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk menyelaraskan persepsi mengenai peningkatan mutu pembelajaran. Melalui program PEKERTI dan AA, Unismuh Makassar terus berkontribusi dalam pengembangan kompetensi pedagogik dosen, dengan harapan skema kombinasi daring dan luring akan semakin memperkaya pengalaman belajar peserta dan memastikan kompetensi instruksional diterapkan secara praktis dalam proses pendidikan.
Sumber: Khittah.co
Artikel ini dipublikasikan di muhammadiyahsulsel.or.id. Bagikan untuk menyebarkan kebaikan.





