Unismuh Makassar Tuan Rumah Seminar Nasional Kosabangsa, Dorong Dampak Nyata PT bagi Masyarakat

MUHAMMADIYAH SULSEL, INDONESIA - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dipercaya menjadi tuan rumah Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025. Acara berskala nasional ini berlangsung di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar pada Kamis, 18 Juni 2026, mempertemukan para pelaksana dan pendamping program dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mempresentasikan capaian pengabdian masyarakat, sekaligus merefleksikan kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi isu sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini melibatkan 116 peserta, terdiri atas 58 pelaksana dan 58 pendamping. Selain itu, 20 reviewer turut hadir untuk memberikan penilaian dan masukan konstruktif terhadap hasil-hasil program yang dipresentasikan. Unismuh Makassar juga menyiapkan pendamping di setiap kelas untuk memastikan kelancaran jalannya seminar.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Kemendiktisaintek menunjuk kampusnya sebagai tuan rumah. Menurutnya, penunjukan ini tidak hanya menunjukkan kesiapan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya institusi untuk menjaga dan mengembangkan capaian. "Atas nama Universitas Muhammadiyah Makassar, kami menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Riset dan Pengembangan serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Dikti Saintek, atas kepercayaannya kepada Unismuh Makassar menjadi host kegiatan seminar hasil Program Kosabangsa," ujar Rakhim. Ia menambahkan, menjadi tuan rumah kegiatan nasional adalah cara kampus mempertahankan energi kelembagaan dan menjadi penyemangat bagi sivitas akademika. Rakhim juga memperkenalkan Unismuh Makassar yang berdiri pada 1963, kini memiliki delapan fakultas, program pascasarjana, 73 program studi, akreditasi institusi unggul, serta sertifikasi ISO 21001:2018.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, turut mengapresiasi Unismuh Makassar sebagai tuan rumah yang telah berpengalaman dalam menyelenggarakan acara berskala nasional. Ia menyoroti luasnya jangkauan Program Kosabangsa, dengan peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah timur hingga Jawa. "Ini menandakan bahwa teman-teman semua diberikan pendanaan sebagai bentuk kepercayaan pemerintah kepada kita semua karena kualitas usulan dan proposal yang diajukan," kata Dr. Andi Lukman. Ia menekankan bahwa Kosabangsa adalah program selektif, sehingga tim yang berhasil memperoleh pendanaan pada 2025 memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat.
Mewakili Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat, Lutfi Ilham R, menjelaskan bahwa Program Kosabangsa telah memasuki usia lima tahun sejak dirancang sebagai proyek percontohan pada 2022. Program ini dirancang untuk memperkuat mekanisme pendampingan dalam pengabdian kepada masyarakat, dengan menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping. Perguruan tinggi pelaksana memahami potensi lokal dan permasalahan mitra, sementara perguruan tinggi pendamping berperan dalam intervensi teknologi dan inovasi. "Sesuai dengan nama programnya, Kosabangsa menekankan pada kolaborasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping," terang Lutfi. Ia berharap kolaborasi ini juga melibatkan pemerintah daerah, masyarakat mitra, dan dunia usaha melalui dukungan CSR.
Lutfi Ilham R juga menyoroti pentingnya seminar hasil sebagai ruang refleksi, evaluasi, dan diseminasi praktik baik. "Diharapkan, pelaksanaan Kosabangsa dapat meningkatkan kapasitas masyarakat mitra, meningkatkan produksi, membuka akses pasar, dan menguatkan kelembagaan," ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan perubahan paradigma dalam penilaian kinerja perguruan tinggi. Keberhasilan kampus tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik atau publikasi ilmiah, tetapi juga dari dampak langsung yang diberikan kepada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. "Indikator kinerja utama tidak hanya berupa capaian publikasi di Scopus ataupun Web of Science. Untuk tahun ini, ditambah juga bagaimana dampak yang diberikan perguruan tinggi kepada masyarakat," jelas Lutfi.
Dalam kegiatan ini, sejumlah produk luaran hasil program Kosabangsa turut dipamerkan, menunjukkan perpaduan teknologi, inovasi, dan potensi lokal. Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd. Rakhim Nanda, seusai meninjau pameran, menilai inovasi yang dihasilkan sangat menggembirakan dan memberi harapan bagi pengembangan produk masyarakat ke depan. Seminar di Makassar ini merupakan yang pertama untuk Program Kosabangsa tahun ini, dengan kegiatan serupa dijadwalkan di Denpasar. Melalui forum-forum ini, hasil pelaksanaan program akan menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk pengembangan Kosabangsa di masa mendatang, menegaskan kembali peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat.





